Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Iraq Dapat Sukhoi Su-25 dari Iran untuk Gempur Perlawanan Muslim

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Juli 2014 12:53 12:53 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Juli 2014 12:53
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Iran menyuplai Iraq dengan jet tempur Sukhoi Su-25 untuk memerangi kelompok-kelompok perlawanan Muslim (Sunni).

Hari Sabtu pekan lalu (28/6/2014) pejabat Iran mengumumkan kiriman pertama pesawat Sukhoi dari Rusia sudah tiba di Iraq yang akan dipakai untuk menggempur kelompok perlawanan Muslim. Sebagian media melaporkan pesawat yang dikirim dalam tahap pertama jumlahnya ada lima, sementara media Rusia dan Iran menyebutkan jumlahnya sepuluh pesawat Sukhoi Su-24.

Namun, Insternational Institute for Strategic Studies (IISS) di London mengatakan bahwa pengiriman pesawat selanjutnya pada tanggal 1 Juli 2014 berasal dari Iran.

Joseph Dempsey, seorang analis untuk Military Balance yang dipublikasikan IISS, secara cermat mengkaji video pengiriman pesawat yang dirilis oleh pihak pemerintah Iraq.

Kepada BBC dia mengatakan bahwa dirinya yakin sebagian dari pesawat-pesawat yang dikirim –Sukhoi Su-25– berasal dari Iran.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dempsey menyimpulkan keyakinannya itu berdasarkan analisa gambar video tersebut, terutama nomor seri di tubuh pesawat.

Iran masih menggunakan sejumlah kecil Su-25 yang dioperasikan oleh Korps Garda Nasional, pasukan elit andalannya.

Ironisnya mayoritas dari pesawat-pesawat itu, sekitar tujuh pesawat Su-25, dulu merupakan bagian dari alat pertahanan angkatan bersenjata Iraq yang mencari perlindungan ke Iran semasa Perang Teluk Pertama tahun 1991.

Bertentangan dengan harapan pemerintah Baghdad, pesawat-pesawat tempur itu kemudian dipakai oleh dan menjadi bagian angkatan bersenjata Iran, lansir BBC (2/7/2014).

Sementara itu dilansir AFP, IISS mengatakan Su-25 hanya diberi nomor seri terbatas yang terdiri dari 6 digit. Dua digit pada tiga pesawat yang dikirim ke Iraq dan tampak di video itu serupa dengan angka-angka terakhir nomor seri Iran.

Untuk mendukung kesimpulannya itu IISS menampilkan foto dari salah satu pesawat yang dikirim ke Iraq berdampingan dengan pesawat Su-25 milik Iran. Angka yang ditunjukkan serupa “56”, sedangkan cat tubuh pesawat meskipun ada yang berbeda tetapi corak di beberapa bagian menunjukkan kemiripan. Kelihatan sekali di beberapa bagian penting tubuh pesawat itu dicat ulang, kata IISS.

Iraq dan Iran terlibat perang dari tahun 1980-1988 saat pemerintah Baghdad dipimpin oleh Saddam Hussein. Iraq ketika itu menggunakan Su-25 dalam pertempurannya.

Setelah Saddam Hussein digulingkan oleh invasi tentara Amerika Serikat tahun 2003, AS menyerahkan Saddam ke tangan para politisi dan tokoh Syiah yang kemudian menggantungnya. Nuri Al-Maliki, seorang politisi Syiah, kemudian diangkat menjadi perdana menteri lewat pemilihan umum yang direkayasa dan dikawal oleh Amerika Serikat.

Seiring dengan waktu para politisi Syiah mulai menguasai perpolitikan dan pemerintahan di Iraq, di bawah kepemimpinan Al-Maliki yang menjalankan kebijakan sektarian.

Tingkah polah kepemimpinan diktator Syiah Al-Maliki yang sektarian pernah dilaporkan oleh pemimpin suku Kurdi Masoud Barzani, yang langsung terbang ke Washington untuk bertemu Presiden AS Barack Obama. Barzani berpendapat Amerika Serikat harus ikut bertanggungjawab dengan kondisi Iraq yang semakiin kacau dibawah kepemimpinan Al-Maliki, perdana menteri yang naik ke kursi kekuasaan dengan dukungan penuh Washington.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PP Asy-Syafi’iyyah Kedungwungu Merapat ke Prabowo
Tulisan selanjutnya Jelang Sahur, Zionis Serang Gaza, 10 Orang Terluka

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?