Hidayatullah.com—Politisi sayap kanan-jauh Reuven Rivlin dilantik sebagai presiden Israel mengantikan Shimon Peres hari Kamis (24/7/2014) di gedung parlemen
Sambil memegang Kitab Perjanjian Lama dan mengenakan kippah, politisi yang paling dikenal dengan ideologi sayap kanannya itu berjanji memenuhi tugasnya sebagai presiden ke-10 Zionis Israel.
Oleh karena Zionis masih berduka dengan kematian puluhan prajuritnya dalam pertempuran di Gaza yang masih berlangsung, upacara pelantikan presiden berusia 74 tahun itu disederhanakan, yang mana jurubicara Knesset Yuli Edelstein membatalkan pesta cocktailnya, lansir Haaretz.
“Kita berkumpul di sini hari ini bukan karena undang-undang menuntutnya demikian, tetapi juga sebagai sebuah pesan yang sangat jelas kepada musuh kita: Kalian belum mengalahkan kami dan kalian tidak akan bisa melakukannya,” kata Rivlin sesumbar dalam pidatonya.
“Teroris Hamas boleh saja menggali terowongan-terowongan mereka, menembak dari dalam sekolah-sekolah, menggunakan warga sipil sebagai tamen manusia, tetapi terorisme ini tidak akan menyurutkan kami, tidak akan melemahkan semangat kami,” kata Rivlin, hanya beberapa jam setelah sebuah tank Zionis menembaki sebuah sekolah di Gaza sehingga menewaskan 15 orang.
“Kami tidak memerangi rakyat Palestina, dan kami tidak memerangi Islam, kami memerangi terorisme,” ujarnya membual.
Rivlin secara resmi akan mulai menjalankan tugasnya pada hari Senin pekan depan.
Politisi yang juga berprofesi sebagai pengacara itu mendapat dukungan lewat kamapnyenya yang mengusung demokrasi dan hak-hak sipil.
Pandangan politiknya agak berbeda dengan pendahulunya, Shimon Peres, di mana Rivlin sangat menentang eksistensi negara Palestina dan sangat mendukung pendirian pemukiman-pemukiman Yahudi.*