Hidayatullah.com–Mantan presiden Mesir Muhammad Mursy menolak untuk menjawab pertanyaan tentang tuduhan dirinya membocorkan dokumen rahasia ke Qatar, lapor Al-Ahram.
Penyidik mendatangi penjara Tora pada hari Rabu (27/8/2014) untuk menanyai Mursy, lapor kantor berita MENA.
Mursi menolak menjawab pertanyaan penyidik kejaksaan dengan alasan dia adalah “presiden yang sah.”
Mursy dituduh menyelundupkan dokumen rahasia ke Qatar lewat stasiun televisi Aljazeera dan stafnya, termasuk sekretaris pribadinya yang bernama Amin El-Serafi.
Sehubungan dengan masih dilakukannya penyidikan untuk kasus tersebut, masa tahanan Mursy diperpanjang 15 hari.
Mursy, yang dilengserkan dari kursi presiden oleh militer pada 3 Juli 2013 menyusul unjuk rasa rakyat yang memprotes pemerintahannya, saat ini juga menghadapi sejumlah dakwaan lain, termasuk spionase serta kematian dan penyiksaan para demonstran di depan istana kepresidenan Desember 2012.*