Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dua Persen Pastor Anglikan Tidak Percaya Adanya Tuhan

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 28 Oktober 2014 17:19 5:19 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 28 Oktober 2014 17:19
Bagikan
Pastor Anglikan Inggris.
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebagai prasyarat untuk pekerjaan menjadi Imam Gereja di Inggris, tampaknya akan bisa saja terjadi ketidakpercayaan kepada Tuhan bukan merupakan halangan yang cukup penting.

Menurut jajak pendapat terhadap pastor Anglikan, diketahui sebanyak 16 persen tidak memiliki pemahaman jelas tentang Tuhan, dan dua persen berpikir Tuhan itu tidak lebih dari suatu konstruksi dari manusia.

Pandangan ini telah berjalan selama 30 tahun sejak David Jenkins, kemudian Uskup Durham, telah menimbulkan kontroversi dengan keraguan terhadap Hari Kebangkitan. Tampaknya pandangan tidak ortodoks seperti itu telah menyebar luas di antara para imam Inggris.

Selain mereka menggambarkan Tuhan sebagai ciptaan manusia, jajak pendapat yang dilakukan YouGov menemukan, tiga persen percaya hal itu hanya semacam spirit atau kekuatan hidup. Sembilan persen lainnya menyatakan tidak mungkin membayangkan seperti apa Tuhan itu.

Keyakinan tidak ortodoks semacam itu telah ada lebih lama dibanding kehadiran para rohaniwan yang saat ini memberi pelayanan. Hampir 90 persen dari mereka ditahbiskan sejak 2011 percaya dengan pandangan terhadap Tuhan semacam itu, dibandingkan dengan hanya 72 persen dari mereka yang menjadi rohaniawan pada tahun 1960, kata penelitian, dilansir The Independent, Senin (27/10/2014).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

David Paterson, pensiunan imam Gereja Inggris imam, mengatakan, tidak ada konflik dalam berkhotbah, ketika pada saat yang sama tidak mampu mempercayai Tuhan. “Dalam jamaah saya, saya akan mengambil jalur, bagaimana perasaan kita tentang Tuhan, bukan berpikir bahwa Tuhan ada atau tidak. Aku menggunakan terminologi Tuhan, tetapi tidak pernah mengkhotbahkan Tuhan benar-benar ada,” katanya kepada Universitas Times, koran Trinity College Dublin.

“Setelah Anda menerima bahwa agama adalah ciptaan manusia, maka itu seperti seni dan sastra, dan hal seperti itu. Begitulah cara yang sangat berharga untuk memahami diri sendiri,” katanya.

Alison Ruoff, anggota dari Sinode Umum, mengatakan, dia tidak mengerti bagaimana seseorang bisa menjadi imam, sementara pada saat yang sama tidak percaya pada Tuhan. “Mereka seharusnya tidak dipilih, tetapi jika mereka telah kehilangan iman, itu sangat memalukan,” katanya.

Survei YouGov mewawancarai lebih dari 1.500 pendeta Anglikan dari Gereja Inggris, Gereja di Wales, dan Gereja Episkopal Skotlandia.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Fadli Zon Sebut Dua Menteri Jokowi Perlu Direvolusi Mental
Tulisan selanjutnya Arab Saudi Berkomitmen Perangi Ekstrimisme

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan

Berita
12 Oktober 2026 23:35
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Terbaru

  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
  • Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
  • Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
  • Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?