Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kejar Kuota Kremasi Pejabat China Beli Mayat dari Perampok Makam

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 November 2014 16:04 4:04 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 3 November 2014 16:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Dua pejabat China di Provinsi Guangdong ditangkap aparat karena dituding membeli mayat dari perampok makam guna memenuhi target kremasi.

Mereka mengatakan berusaha untuk memastikan agar target yang ditetapkan pemerintah untuk kremasi terpenuhi setiap bulannya, lansir BBC (3/11/2014) dari media China.

Menurut tradisi di China, warga mengubur anggota keluarganya dan membangun makamnya agar ketutunannya bisa menyelenggarakan upacara persembahyangan.

Namun, pemerintah China mendorong agar masyarakat mengkremasi jasad orang-orang yang meninggal guna menghemat lahan demi kepentingan pertanian dan pembangunan.

Pada bulan Juni, seorang warga Beiliu di Guangxi selatan China, melaporkan bahwa mayat kakeknya telah dicuri dari kuburnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada bulan Juli, polisi di Beiliu menangkap seorang penjarah makam yang namanya bermarga Zhong menyusul penyelidikan, lapor kantor berita Xinhua mengutip media setempat.

Zhong mengaku telah mencuri lebih dari 20 mayat dari dalam kuburan di desa-desa setempat pada malam hari. Dia mengatakan mayat-mayat itu dimasukkan ke dalam tas, lalu diangkut ke provinsi tetangga, Guangdong.

Zhong juga mengaku dia menjual mayat kepada dua pejabat di Guangdong.

Dua pejabat itu, masing-masing bermarga He dan Dong, kemudian ditangkap. Mereka adalah pejabat yang bertanggungjawab melaksanakan reformasi manajemen pemakaman di wilayahnya.

Keduanya mengaku kepada polisi telah membeli mayat-mayat itu untuk memenuhi kuota kremasi yang ditargetkan oleh pemerintah.

Dong mengaku harus membayar 3.000 yuan (sekitar 5,9juta rupiah) untuk setiap mayat dari 10 mayat yang dibelinya.

Sementara He mengaku membayar 1.500 yuan untuk setiap mayat, tetapi berapa jumlah yang telah dibelinya tidak diketahui.

Kebijakan kremasi pemerintah China itu menimbulkan kemarahan warga terutama yang tinggal di daerah pedesaan.

Menjelang diberlakukannya kebijakan kremasi itu, sejumlah kasus bunuh diri dilaporkan terjadi. Orang-orang yang bunuh diri itu berharap agar mayatnya bisa dikuburkan dan tidak dikremasi.

Sementara laporan lain menyebutkan bahwa sejumlah warga mengubur anggota keluarga mereka yang meninggal secara diam-diam agar terhindar dari peraturan itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perang di Gaza Pengaruhi Pertemanan Warga Israel di Facebook
Tulisan selanjutnya BMOIWI Desak Pemerintah Keluarkan Pelarangan LGBT

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?