Hidayatullah.com—Perguruan-perguruan tinggi Mesir akan diliburkan dari tanggal 22 sampai 31 Mei karena adanya penyelenggaraan pemilihan umum presiden, demikian diumumkan Dewan Tinggi Universitas.
Dilansir Ahram Online, mahasiswa-mahasiswa perguruan tinggi saat ini sedang menjalani ujian akhir. Ada kekhawatiran kerusuhan terjadi kembali di lingkungan kampus terkait masalah politik, sebagaimana yang terjadi pada masa ujian tengah semester lalu.
Sementara itu pimpinan Universitas Al-Azhar mengecam pembunuhan tiga personel keamanan di dekat kampus pada Selasa dini hari (20/5/2014).
Kejadian itu tidak akan mempengaruhi jadwal ujian mahasiswa, kata Usama Al-Abd rektor Al-Azhar.
Menurut Kementerian Dalam Negeri, peristiwa pembunuhan itu terjadi saat para penyerang melepaskan tembakan dari sebuah mobil, sehingga menewaskan tiga orang prajurit serta melukai seorang anggota polisi dan 8 prajurit lain. Penembakan berlangsung ketika sekitar 250 mahasiswa pro-Mursy melakukan unjuk rasa di luar gedung asrama.
Serangan terhadap polisi dan aparat keamanan lainnya kerap terjadi di berbagai wilayah Mesir sejak dilengserkannya Muhammad Mursy dari kursi kepresidenan pada 3 Juli 2013 menyusul unjuk rasa besar rakyat yang menuntutnya mundur. Sejak itu tidak kurang dari 500 aparat tewas.
Pasukan keamanan berkali-kali masuk ke wilayah kampus Al-Azhar dan berbagai perguruan tinggi di Mesir guna membubarkan aksi demonstrasi yang sering menimbulkan bentrokan antar kelompok mahasiswa dan juga dengan aparat.*