Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Indonesia Peringkat 8 Perbudakan Modern

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 November 2014 18:48 6:48 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 November 2014 18:48
Bagikan
Tangan buruh berselimut sisa-sisa leburan logam di Putra Logam, Yogyakarta
Bagikan

Hidayatullah.com–Lebih dari 700.000 warga Indonesia diprediksi hidup dalam perbudakan modern. Menurut indeks baru atas perbudakan modern yang dihimpun Walk Free Foundation, Indonesia menempati peringkat delapan dari 167 negara yang warganya menjadi objek kerja paksa, perbudakan, atau eksploitasi seksual.

Sepuluh teratas dalam daftar adalah India, China, Pakistan, Uzbekistan, Rusia, Nigeria, Republik Demokratik Kongo, Indonesia, Bangladesh, dan Thailand. Jika digabungkan, kesepuluh negara itu mencatatkan 71% dari total 35,8 juta orang yang terjerat perbudakan modern. Data tercantum dalam Global Slavery Index 2014.

Walk Free mendefinisikan perbudakan modern sebagai “seseorang yang mengendalikan atau memiliki orang lain lewat pelbagai cara yang, secara signifikan, merebut kebebasan personal.”

Perbudakan modern di Indonesia ditemukan dalam sektor asisten rumah tangga, perikanan, dan pertanian. Khusus pertanian, perbudakan banyak terjadi dalam perkebunan kelapa sawit, karet, serta tembakau.

“Kesenjangan lebar antara yang kaya dan miskin, serta tingginya tingkat pengangguran dan korupsi menciptakan lingkungan yang memperluas perbudakan modern di Indonesia,” tulis Walk Free dalam laporannya dikutip laman indo.wsj.com, Kamis (20/11/2014).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mayoritas kelas pekerja Indonesia mencari nafkah di sektor informal. Dalam sektor ini, mereka tak terikat kontrak, serta tak mendapat penetapan gaji atau jaminan sosial.

Sulitnya mendapat pekerjaan di Indonesia membuat sejumlah warga hijrah ke luar negeri. Di sana, mereka kerap mendapat perlakuan tak menyenangkan. Mulai dari kekerasan fisik hingga pelecehan seksual, menurut laporan.

Pemerintah berupaya memperkuat perlindungan atas tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Pemerintah juga melarang pengiriman calon TKI ke Arab Saudi. Larangan menyusul eksekusi mati terhadap Ruyati, TKI yang didakwa membunuh majikannya di Arab Saudi. Tetap saja, sejumlah tenaga kerja wanita Indonesia di luar negeri minim perlindungan.

Anies Hidayah, direktur organisasi nirlaba Migrant Care mengatakan, lebih dari 90% TKI di luar negeri adalah perempuan.

Ada beberapa metode penghitungan warga dalam perbudakan modern. Berdasarkan populasi per kapita, Indonesia menempati peringkat 102 dari 167 negara. Negara pemuncaknya adalah Mauritania, disusul Uzbekistan. Islandia berada pada tingkat terbawah dalam perbudakan modern.*

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:indonesiaperempuanTKWwanita
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Stallone dan Schwarzenegger Ajak Hollywood Bantu Teroris
Tulisan selanjutnya Saudi Membutuhkan 10.000 Dokter

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?