Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Inggris Bantah Pangeran Andrew Terlibat Skandal Seks dengan Anak di Bawah Umur

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 Januari 2015 11:13 11:13 am
Ama Farah
Dipublikasikan 5 Januari 2015 07:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Istana Buckhingham kembali mengulangi bantahannnya atas tuduhan dari seorang wanita yang mengatakan bahwa dia dipaksa melakukan hubungan seks dengan Pangeran Andrew dari Inggris dan tokoh-tokoh penting lain yang memiliki hubungan dengan seorang pengusaha Amerika Serikat.

Penegasan kembali bantahan atas tuduhan itu merupakan langkah yang tidak biasa dari keluarga Kerajaan Inggris, lansir Euronews Ahad (4/1/2015), seiring dengan maraknya pemberitaan kasus tersebut di media-media Inggris.

Wanita itu, yang diberi kode nama “Jane Doe #3” dalam surat gugatan yang diajukan pekan ini di negara bagian Florida, mengatakan bahwa pengusaha Jeffrey Epstein memaksa dirinya untuk melakukan hubungan seks dengan Duke of York di London, New York dan di sebuah pulau pribadi di kawasan Karibia, sebagai bagian dari pesta seks dengan banyak anak-anak perempuan di bawah umur lainnya.

Dilansir Aljazeera (3/1/2015), dalam surat gugatan dikatakan bahwa Epstein memerintahkan Jane Doe #3 untuk memberikan apa saja yang diminta Pangeran itu dan mewajibkan Jane Doe #3 untuk melaporkan kembali kepadanya secara terperinci soal hubungan seks terlarang yang dilakukannya itu.

Tuduhan tersebut merupakan bagian dari gugatan terhadap pemerintah Amerika Serikat yang diajukan oleh sekelompok wanita yang mengaku pernah dicabuli Epstein, yang pernah mendekam dalam tahanan terkait kejahatan seksual terhadap anak-anak tetapi tidak diproses di pengadilan federal karena dia membuat kesepakatan pengakuan bersalah dengan aparat hukum.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kasus gugatan terbaru ini berkaitan dengan kasus gugatan tahun 2008, di mana sejumlah wanita mengaku menjadi korban pencabulan oleh Epstein dan mereka menuding kejaksaan telah melanggar hak-hak hukum mereka sebagai korban kejahatan.

Pangeran Andrew, putra kedua Ratu Elizabeth II, tidak disebutkan sebagai pihak yang didugat langsung dalam perkara itu.

Meskipun demikian, kata jurubicara Istana Buckhingham Meryl Walter, untuk mencegah keraguan pihaknya menyatakan segala hal yang mengarahkan pada tuduhan pelecehan anak di bawah umur oleh Pangeran Andrew adalah tidak benar.

Perempuan yang kemudian diungkap oleh media-media Inggris bernama Virginia Roberts itu mengatakan bahwa Epstein menjadikannya budak seks antara tahun 1999 dan 2002.

Dia juga mengaku melakukan hubungan seks di pesawat-pesawat pribadi dan di banyak lokasi di Amerika Serikat dengan Alan Dershowitz, seorang keturunan Yahudi profesor emeritus dari Universitas Harvard dan pengacara terkemuka di Amerika yang mewakili Epstein.

Dershowitz menyebut tuduhan wanita itu semuanya palsu.

“Ceritanya semua dan seluruhnya adalah karangan,” kata Dershowitz, seraya mengancam akan menggugat balik pengacara perempuan itu. “Saya tidak akan berhenti sampai kebenaran terkuak.”

Seorang pengacara di Florida yang mewakili wanita itu tidak menjawab permintaan media yang meminta tanggapannya.

Epstein sat ini menghadapi tuduhan memaksa wanita itu melakukan hubungan seks dengan Pangeran Andrew dalam tiga kali kesempatan antara 1999 dan 2002, di mana pertama kali dipaksa berhubungan seks wanita itu masih berusia 17 tahun atau termasuk anak di bawah umur menurut undang-undang yang berlaku di Florida, lapor Euronews (4/1/2015).*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Larang Guru Agama Asing Masuk Indonesia, Tapi Kirim Pelatihan ke Inggris
Tulisan selanjutnya Belajar Keteguhan Pada Al Buwaithi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?