Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tentara Elektronik Suriah Mengaku Meretas Turki, Saudi, Qatar dan Liga Arab

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 Februari 2015 13:51 1:51 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 12 Februari 2015 09:23
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Para hacker yang tergabung dalam kelompok Syrian Electronic Army (SEA) mengaku sebagai pelaku peretasan atas sejumlah akun e-mail milik pemerintah Turki, Saudi, Qatar dan Liga Arab.

Kelompok peretas yang menamakan dirinya Tentara Elektronik Suriah itu belum lama ini mempublikasikan e-mail dan pesan rahasia dari sejumlah lembaga strategis pemerintah Turki. Mereka merilis 967 akun e-mail dalam 14 kategori di internet, yang menunjukkan korespondensi antara tahun 2009 dan Nopember 2012, lapor Hurriyet (11/2/2015).

Daftar e-mail yang diretas SEA termasukdi antaranya milik para menteri, diplomat dan PNS Turki, serta banyak akun dari Arab Saudi, Qatar dan Liga Arab.

“Kami meretas server e-mail Turki dua tahun lalu, tetapi memutuskan untuk menahan dulu e-mail ini guna memastikan pemerintah Turki tidak segera berusaha menghapus (bukti) keterlibatannya dalam (urusan) Suriah,” kata seorang juru bicara SEA kepada Hurriyet dalam wawancara lewat e-mail belum lama ini.

Kelompok itu menyebut dirinya sebagai “ribuan pemuda Suriah yang berdiri menghadang makar dari luar yang berusaha menghancurkan negara kami, Suriah, sejak awal perang.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Juru bicara SEA mengatakan bahwa e-mail yang mereka ungkap ke publik membuktikan tentang adanya koordinasi antara pemerintah Turki dengan kelompok-kelompok bersenjata di Suriah.

“Seluruh dunia tidak menghormati perbatasan Suriah, dan kami sebagai balasannya, mengabaikan semua perbatasan di dunia dan menarget mereka-mereka yang membahayakan negara kami tak peduli di mana pun mereka berada,” kata anggota SEA itu.

SEA mengaku tidak memiliki keterkaitan dengan rezim Presiden Bashar Al-Assad. Padahal dalam sejumlah hasil retasannya mereka menampilkan gambar Presiden Bashar Al-Assad.

“SEA tidak memiliki afiliasi dengan pemerintah Suriah atau kelompok mana pun di dunia. Kami bertindak secara independen dan memiliki dukungan yang sangat luas dari para anggota media sosial. SCS [Syirian Computer Society, yang dipimpin Bashar Al-Assad sebelum menjadi presiden] ketakutan menampung situs kami setelah mendapat ancaman dari luar. Kami sekarang menggunakan hosting di luar negeri. Tidak ada yang memberikan dukungannya kepada kami. Tetapi tidak mengapa, sebab tidak banyak yang dibutuhkan –hanya sebuah laptop, koneksi internet, pengetahuan dan waktu,” kata juru bicara SEA itu.

SEA sebelumnya mengatakan kepada Hurriyet bahwa lembaga-lembaga penting pemerintah, khususnya Kementerian Pertahanan Turki, sudah menjadi target mereka sejak militer Turki menembak jatuh sebuah helikopter Suriah tahun 2013.

“Kami menarget kebanyakan website rezim Turki, seperti Kementerian Luar Negeri, kepresidenan, industri militer dan banyak lainnya. Seluruh e-mail dan pesan dari website yang menjadi target itu di-dump dan diunduh, kemudian kami akan membocorkannya segera,” kata juru bicara SEA ketika itu.

Kelompok SEA juga mengaku meretas akun e-mail Arab Saudi, Qatar dan Liga Arab, sebab mereka ikut terlibat dalam perang di Suriah.

“Kami berharap dunia dapat menghentikan Arab Saudi yang menyelundupkan persenjataannya ke Suriah, termasuk mortir yang digunakan oleh teroris untuk menarget warga sipil. Semua keterlibatan itu sekarang terbukti berkat bocoran-bocoran ini,” kata juru bicara itu, seraya menambahkan bahwa Liga Arab juga sudah mengakui keterlibatannya.

Kelompok SEA sebelumnya meretas website perdana menteri Turki, Kementerian Dalam Negeri Turki dan OSYM (lembaga yang mengurus ujian nasional di Turki).

Kelompok itu juga meretas akun Twitter dari Presiden Amerika Serikat Barack Obama, akun Facebook Nicolas Sarkozy, website dan akun Twitter The Guardian, BBC, The New York Times, The Daily Telegraph, The Los Angeles Times, Associated Press, CNN, serta Aljazeera.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Kota Batu Keluarkan Fatwa Haram Rayakan Valentine’s
Tulisan selanjutnya Pemimpin Sharia4Belgium Divonis 12 Tahun Penjara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?