Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kerusuhan Menyusul Kematian Tahanan Kulit Hitam di Tangan Polisi, Baltimore Berlakukan Jam Malam

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 April 2015 13:52 1:52 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 April 2015 13:52
Bagikan
Kendaraan aparat dibakar oleh demonstran menyusul kematian pemuda kulit hitam di Baltimore dalam tahanan polisi.
Bagikan

Hidayatullah.com—Lagi-lagi warga kulit hitam mati di tangan petugas kepolisian Amerika Serikat. Kali ini, kasus kematian Freddie Grey mengakibatkan kota Baltimore harus memberlakukan jam malam, sebab warga yang marah menimbulkan kerusuhan di kota tersebut.

Ratusan orang menjarah toko-toko dan membakar bangunan-bangunan menyusul pemakaman seorang pemuda kulit hitam berusia 25 tahun bernama Freddie Gray. Pemuda itu meninggal akibat luka-yang dideritanya saat berada di dalam tahanan polisi.

Sedikitnya 15 orang polisi terluka akibat konfrontasi langsung dengan para pemuda yang marah.

Gubernur Maryland Larry Hogan mengumumkan dilakukannya tindakan darurat dan pemberlakuan jam malam mulai Selasa malam (28/4/2015).

“Tidak mudah bagi saya untuk mengambil keputusan ini. Garda Nasional merupakan upaya terakhir untuk mengembalikan ketertiban. Begini, orang punya hak untuk protes dan mengungkapkan rasa frustasi mereka, tetapi keluarga-keluarga di kota Baltimore berhak mendapatkan kedamaian dan keamanan di lingkungan mereka,” kata Hogan dikutip Euronews.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Freddie Gray ditangkap polisi pada 12 April 2015, ketika dia melarikan diri dari polisi di sebuah daerah rawan kejahatan. Dia ketika itu membawa sebuah pisau lipat. Pemuda kulit hitam itu kemudian dibawa ke mobil untuk diangkut ke kantor polisi.

Pada suatu waktu, Gray mengalami luka di bagian tulang belakang yang mengakibatkan kematiannya satu pekan kemudian. Dua orang anggota kepolisian dituduh tidak mengikat sabuk pengaman di kursinya dengan baik dan tidak memberikan perawatan medis semestinya.

Kematian Gray menyulut aksi unjuk rasa selama berhari-hari di jalan-jalan Baltimore dan menyulut ketegangan di kota itu.

Meskipun bersedih akan kematian anaknya, namun keluarga Gray menentang kerusuhan yang dilakukan orang banyak.

Kematian dan pembunuhan sejumlah orang kuit hitam dan etnis minoritas di tangan anggota polisi beberapa bulan terakhir, serta keputusan juri di pengadilan yang menolak petugas polisi yang bersangkutan untuk diproses hukum, telah menyulut demonstrasi berskala besar di berbagai kota dan daerah di penjuru Amerika Serikat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Nyai Khoiriyah Hasyim: Ulama Perempuan yang Terlupakan [2]
Tulisan selanjutnya Los Angeles Berjibaku Selamatkan Rumah Mewah dari Kebakaran Hutan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?