Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sekolah Kristen di Israel Menderita karena Diskriminasi Anggaran

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 Mei 2015 19:16 7:16 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Mei 2015 19:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemandangan demonstrasi yang tidak biasa nampak di depan kantor pusat Kementerian Pendidikan Israel. Sekelompok biarawati berjubah putih, pendeta berjubah hitam dan anak-anak sekolah keturunan Arab tampak menyemut dengan membawa spanduk berisi pesan agar pemerintah Zionis tidak mengacak-acak lembaga pendidikan mereka.

Sekolah-sekolah Kristen swasta di wilayah Palestina yang kini dikuasai Zionis, termasuk lembaga pendidikan yang memiliki peringkat tinggi. Banyak dari sekolah itu yang didirikan oleh gereja sejak ratusan tahun lalu, jauh sebelum negara Yahudi Israel dilahirkan. Namun, pengelola sekolah-sekolah itu menuding pemerintah Yahudi sengaja memangkas dana sekolah guna menekan agar komunitas Kristen mau mengikuti sistem pendidikan yang dibuat oleh pemerintah Yahudi Israel.

Mereka juga mengeluhkan soal diskriminasi, yang mana sementara anggaran untuk sekolah-sekolah Kristen dipangkas, Zionis justru mencurahkan dana banyak kepada lembaga pendidikan yang mengusung nilai-nilai Yahudi ultra-Orthodoks.

“Meskipun kami minoritas, kami ada sejak zaman dulu,” kata Romo Abdul Masih Fahim dari gereja Katolik aliran Fransiskus yang juga kepala Sekolah Terra Santa yang berada di kota Ramla. “Kami ingin deperlakukan setara, tidak hanya di bidang pendidikan tetapi juga di setiap aspek kehidupan.”

Di tempat kelahiran ajaran Kristen itu, umat Kristiani adalah minoritas yang hanya mencakup 2 persen dari penduduk wilayah Teritori Palestina dan wilayah Palestina yang kini dinamai Israel. Sekitar 150.000 penganut Kristen tercatat sebagai warganegara Israel dan sekitar 50.000 panganut Kristen tersebar tinggal di Al-Quds Timur, Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di bawah kekuasaan Zionis Israel, sekolah-sekolah Kristen dan sekolah swasta lain yang dikelola sendiri menerima hanya sebagian dana tunjangan dari pemerintah, sedangkan sebagian lainnya ditanggung pengurus dari donasi dan uang iuran sekolah siswa. Dana pemberian pemerintah Zionis hanya sekitar sepertiga dari pengeluaran standar sekolah swasta. Tidak hanya itu, anggarannya sering dipangkas dan dihitung termasuk dana tambahan lain.

Sekolah-sekolah Kristen yang berunjuk rasa itu mengatakan bahwa dana untuk sekolah dasar dari pemerintah telah dipangkas secara sistematis beberapa tahun belakangan. Untuk menutupinya, sekolah terpaksa menaikkan iuran, yang otomatis menambah beban warga Arab yang kebanyakan memiliki pendapatan di bawah rata-rata pendapatan nasional.

Lebih parah lagi, tahun lalu Kementerian Pendidikan Zionis menetapkan batas maksimal iuran sekolah yang boleh dikutip dari orangtua murid. Sementara bantuan dari donatur di Amerika Serikat dan Eropa terus menurun, sebab mereka mengirimkan dananya ke tempat lain di Timur Tengah yang juga sedang mengalami kesulitan.

Dalam pernyataannya sekolah-sekolah Kristen itu mengatakan bahwa bergabung dengan sistem sekolah publik berarti “akhir dari lembaga pendidikan yang berbasis nilai Kristen, serta pukulan telak bagi kaum minoritas Kristen di Tanah Suci.”

Para pendukung komunitas Arab di Israel mengatakan bahwa situasi sekolah-sekolah yang dikelola gereja berbeda dengan sekolah-sekolah swasta lainnya. Kurang lebih ada 30.000 siswa keturunan Arab -sekitar separuhnya adalah Muslim dan separuh lainnya Kristen- belajar di 50 sekolah yang dikelola gereja. Banyak dari sekolah itu yang sudah beroperasi selama berabad-abad.

“Itu merupakan bagian besar dari sistem pendidikan Arab,” kata Sawsan Zaher dari Adalah, sebuah lembaga bantuan hukum yang membela hak-hak komunitas Arab di Israel.

“Anda ihat mereka tidak sepenuhnya didanai [pemerintah], sementara sekolah-sekolah agama Yahudi ultra-Orthodoks sepenuhnya didanai. Tentu saja itu artinya Anda mendapatkan diskriminasi, bahkan ada hukum yang memungkin terjadinya [diskriminasi] itu,” kata Sawsan Zaher.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mencintai Tak Berarti Membiarkan Kesalahan
Tulisan selanjutnya Janji Atasi Boko Haram, Rakyat Nigeria Berharap Perubahan Baik Bersama Presiden Muhammadu Buhari

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?