Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Meminang Surga

Mencintai Tak Berarti Membiarkan Kesalahan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Mei 2015 15:03 3:03 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Mei 2015 15:03
Bagikan
Bagikan

oleh: Mohammad Fauzil Adhim

MERENUNGI peringatan Amirul Mukminin Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu:

ثَلاَثٌ يَهْدِمَنَّ الدِّيْنَ : زَلَّةُ عَالِمٍ وَجِدَالُ مُنَافِقٍ بِالْقُرْآنِ وَأَئِمَّةٌ مُضِلَّوْنَ

“Tiga hal yang menghancurkan agama; kesalahan seorang ‘alim, perdebatan orang munafiq dengan menggunakan Al-Qur’an dan para imam yang menyesatkan.”

Tergelincirnya ‘alim di antaranya bersebab menurunnya iltizam kepada sunnah, lalu menakjubi apa yang dianggapnya sebagai ilmu pengetahuan modern. Padahal itu bukan ilmu. Ia memaksakan diri menempatkan nash sesuai maksud dari pengetahuan tersebut sehingga justru mendatangkan syubhat. Inilah pengetahuan yang menggerogoti ilmu yang haq.

Baca Juga

teman
Membebaskan Anak dari Label Negatif
Lembut Itu Tak Berkata Kasar
Diistimewakan Allah Bersebab Niat Jujur Orangtua
Tanpa Ta`dib dan Pendidikan Adab, Boarding School Ibarat Rumah Kost Belaka
Kreatif Tanpa Musik

Peringatan ’Umar bin Khaththab radhiyallahu ’anhu ini menegaskan apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam:

إِنَّ مِمَّا أَخْشَى عَلَيْكُمْ زَلَّةَ الْعَالِمِ وَجِدَالَ الْمُنَافِقِ بِالْقُرْآنِ وَالْقُرْآنُ الْحَقُّ وَعَلَى الْقُرْآنِ مَنَارٌ كَأَعْلاَمِ الطَّرِيْقِ

“Sesungguhnya di antara yang aku khawatirkan atas kalian adalah kesalahan orang yang ‘alim, perdebatan orang munafiq dengan (menggunakan) Al-Qur’an. Sementara Al Qur’an adalah sebuah kebenaran, di atasnya ada cahaya seperti rambu-rambu bagi jalan.” (HR. Ibnu Abdil Barr).

Apa sebabnya kesalahan orang ‘alim sangat mengkhawatirkan? Bersebab ia orang yang ‘alim, banyak manusia mengikuti tanpa peduli apakah pendapatnya berlandaskan dalil ataukah tidak. Ia mengikuti karena telah cenderung kepadanya, sehingga ketika keluar darinya pendapat yang seolah-olah bagus tapi menyelisihi dalil yang shahih, manusia mengikutinya. Mereka tetap mengikuti meskipun telah didatangkan kepadanya petunjuk Rasulullah Muhammad shallaLlahu ‘alaihi wa sallam.

Tidak ada yang ma’shum (terjaga dari dosa, terjaga dari kesalahan) selain Rasulullah Muhammad shallaLlahu alaihi wa sallam. Hanya beliau satu-satunya yang perkataannya pasti benar dan tidak ada sedikit pun kesalahan padanya. Adapun orang-orang ‘alim, dengan segala keutamaannya, tidak terlepas dari kesalahan. Dalam hal ini, kita bersikap hormat seraya menjaga adab kepadanya, mengingatkan jika mampu, meminta penjelasan atas apa yang kita tidak memahami dan meninggalkan yang pendapat-pendapatnya yang salah.

Abdullah bin Mubarak berkata, ”Bisa jadi seseorang yang memiliki kebaikan dan atsar yang baik dalam Islam, terjatuh kepada kekeliruan dan kesalahan, maka janganlah diikuti kesalahan serta kekeliruan orang tersebut.”

Apa maknanya? Kebaikan itu tetap ada padanya. Ia meninggalkan jejak-jejak yang baik dan boleh jadi merupakan ilmu manfaat yang terus mengalirkan pahala baginya. Tetapi ini tidak menyebabkan kekeliruan dalam berpendapat dan fatwa terhapuskan. Tugas kita memuliakan ‘alim tersebut dengan tidak mengikuti pendapatnya yang keliru atau rusak, tidak pula menyebarluaskan bersebab keyakinan “tentu beliau punya dasar dalam berpendapat”. Perkataan semacam ini tidak menyebabkan kekeliruan berubah menjadi kebenaran.

Mari kita ingat perkataan Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, “Celakalah orang-orang yang mengekor karena kesalahan-kesalahan orang ‘alim.”

Ia ditanya, “Bagaimana itu bisa terjadi?”

Ia berkata, ”Seorang ‘alim berkata tentang sesuatu berdasarkan pendapatnya, kemudian sang pengikut mendapatkan orang yang lebih tahu tentang Rasulullah dari imamnya, tapi ia meninggalkan perkataan orang yang lebih tahu tersebut, kemudian pengikut itu berlalu.”

Ini menjadi pelajaran kepada kita agar tidak fanatik kepada seorang ‘alim sekaligus senantiasa menyandarkan diri kepada As-Sunnah.

Az-Zuhri berkata bahwa para ulama terdahulu telah mengingatkan, ”Berpegang teguh dengan Sunnah adalah keselamatan, dan ilmu akan dicabut dengan cepat. Hidupnya ilmu, berarti kekokohan agama dan dunia, sedangkan hilangnya ilmu, berarti kepunahan semua itu.”

Imam Asy-Syatibi mengingatkan, ”Sungguh, kebanyakan orang tersesat akibat berpaling dari dalil-dalil dan (kemudian) bergantung kepada manusia. Mereka keluar dari (pemahaman) para sahabat dan tabi’in. Mereka memperturutkan hawa nafsu dengan tanpa ilmu, sehingga keluar dari jalan yang lurus.”

Jika seorang yang sungguh-sungguh ’alim saja dapat tergelincir kepada kesalahan, maka apatah lagi orang yang seolah ’alim.*

Mohammad Fauzil Adhim adalah penulis buku-buku parenting. Twitter @Kupinang

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bintang Sepakbola Muslim Dunia akan Rutin Bertanding untuk Amal di Madinah
Tulisan selanjutnya Sekolah Kristen di Israel Menderita karena Diskriminasi Anggaran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Berita
31 Agustus 2026 20:47
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

perjuangan
Meminang Surga

Matinya Perjuangan

17 Januari 2022 14:00
Meminang Surga

Lembut Itu Ada Takarannya

30 November 2021 15:00
Za'faran Herbal
Meminang Surga

Tiap Obat Ada Dosisnya ⁣

8 Oktober 2021 07:33
Jepang, Negeri Yang menua
Meminang Surga

Keengganan Mengurusi Anak Dan Masa Depan Demografis Jepang. ⁣⁣

13 September 2021 17:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?