Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Hindari Aparat Demonstran Burundi Panjat Pagar Kedubes Amerika

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Juni 2015 14:37 2:37 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Juni 2015 14:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sekitar 20 mahasiswa pengunjuk rasa yang menentang pencalonan kembali Pierre Nkurunziza sebagai presiden untuk periode ketiga berhasil memanjat pagar Kedutaan Besar Amerika Serikat di Burundi, setelah polisi mengancam akan membubarkan paksa kamp demonstrasi mereka.

Anggota marinir AS bersenjata tampak mengamati dari atas atap gedung kedutaan ketika ratusan mahasiswa yang mencari perlindungan itu memanjat pagar dan dinding pada hari Kamis (25/6/2015), lalu duduk dengan mengangkat kedua tangannya sesampainya mereka di dalam area kedutaan.

Staf kedutaan mendesak agar pemerintah mencari solusi damai atas masalah itu. Namun, Dubes AS Dawn Liberi kemudian berhasil meyakinkan para mahasiswa itu untuk meninggalkan area kedutaannya dengan aman. Sebagian dari mereka kembali ke kamp demonstran yang ada dekat Kedutaan AS.

“Dubes AS datang menemui kami dan mengatakan kepada kami bahwa dia telah melakukan segalanya untuk membantu kami, tetapi kami tidak bisa bermalam di kedutaan,” kata salah seorang mahasiswa yang mengaku bernama Fabrice seperti dikutip BBC.

Ibukota Burundi, Bujumbura, bergejolak sejak akhir April lalu, ketika Nkurunziza mengumumkan keputusan kontroversial bahwa dirinya akan mencalonkan diri lagi sebagai presiden untuk periode ketiga berturut-turut. Padahal, menurut konstitusi jabatan presiden berturut-turut maksimal 2 periode saja. [Baca juga berita sebelumnya: Wakil presiden Burundi kabur tinggalkan negaranya].*

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab
Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rasulullah Itu Shalat dengan Khusu’ Bahkan Sampai Menangis
Tulisan selanjutnya Bolanya Dirampas, Mahasiswa Turki Laporkan Pengawal Istana Kepresiden Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Berita
30 Agustus 2026 10:37
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?