IBNU As-Sammak berkata, “Janganlah diamnya kuburan ini memperdayamu. Betapa banyak orang yang bersedih di dalamnya, dan jangan pula persemayamannya memperdayamu, karena betapa dahsyat apa yang dihadapi mereka.”
Dari Husain AI-Ju’afi berkata, “Seorang lelaki mendatangi kuburan yang berlubang, lalu ia mengamati liang lahat, ia pun menangis tersedu-sedu dan terus menangis, kemudian berkata, “Demi Allah, engkaulah rumahku yang sesungguhnya. Demi Allah, seandainya saya mampu, niscaya saya akan memakmurkanmu.”
Inilah seorang wanita Madinah yang hidup bermegah-megahan. Suatu hari, ia mendatangi pemakaman, dan melihat tengkorak, maka ia menjerit, lalu pulang dalam keadaan bertaubat. Lalu, teman-teman wanitanya datang dan bertanya, “Apa ini?” Ia menjawab:
Hatiku menangis teringat mati tatkala
Saya melihat tengkorok dari dalam kubur
Wanita itu kemudian berkata, “Tinggalkanlah saya sendiri, dan janganlah kalian mendatangiku kecuali aku telah menjadi wanita yang senang beribadah kepada Allah Azza wa Jalla.” Dan, ia pun menghadapkan dirinya hanya untuk beribadah kepada Allah hingga meninggal dunia. Semoga Allah merahmatinya.
Dari Anbasah Al-Khawash berkata, “Seorang lelaki pada masa dahulu mengunjungi pemakaman, kemudian ia melewati tengkorak yang tampak dari sebagian kuburan, maka ia pun sangat bersedih, dan ia mengamatinya, lalu berpaling tetapi ia tidak melihat apa pun kecuali kuburan tersebut, ia pun sangat bersedih dan berkata dalam hati, “Seandainya sebagian tengkorak-tengkorak mereka tersingkap kepadaku, niscaya saya akan bertanya kepadanya tentang apa yang ia lihat.”
Anbasah melanjutkan, “Lalu tengkorak itu datang dalam mimpinya dan berkata kepadanya, “Janganlah engkau terperdaya dengan kokohnya kuburan yang dibangun di atas mereka. Sesungguhnya kaum itu telah dihancurkan pipi-pipi mereka dalam tanah. Maka, orang yang berbahagia akan menanti pahala Allah Azza wa Jalla. Sedangkan, orang yang bersedih akan menyesal karena hukuman yang ditimpakan atasnya. Janganlah engkau lengah terhadap apa yang engkau lihat.”
Sejak saat itu lelaki itu sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah sampai meninggal dunia.*
Dari buku Tamasya ke Negeri Akhirat karya Syaikh Mahmudal Al-Mishri.