Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Menyusul Bom Bunuh Diri, Kamerun Larang Cadar di Wilayah Utara

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Juli 2015 02:12 2:12 am
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Juli 2015 02:11
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kamerun melarang penggunaan penutup wajah wanita Muslim, termasuk burqa, di wilayah Far North (Région de l’Extrême-Nord) menyusul serangan bom bunuh diri.

Hari Ahad lalu, dua wanita berpakaian jubah dan berpenutup wajah meledakkan diri di Fotokol sehingga menewaskan 13 orang.

Gubernur di daerah yang banyak dihuni warga Muslim itu mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil guna mencegah terulangnya kembali serangan serupa, lapor kantor berita Reuters Kamis (16/7/2015).

Bulan Juni pemerintah negara tetangga, Chad, mengumumkan larangan serupa menyusul serangan oleh kelompok Boko Haram di ibukota negaranya.

Kamerun dan Chad merupakan tetangga Nigeria, negara asal dari Boko Haram. Keduanya mengalami serangan dari kelompok-kelompok pemberontak.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di Nigeria, Boko Haram beberapa kali menggunakan wanita untuk melancarkan serangan bom bunuh diri.

Gubernur Far North mengatakan warga Muslim juga dilarang menggelar pertemuan yang diikuti oleh banyak orang tanpa izin dari pihak berwenang, lapor Associated Press seperti dikutip BBC.

“Kami juga secara sistematis memeriksa seluruh kendaraan, dan bagasi, dan seluruh warga harus bekerjasama sebab ada ancaman serius terhadap keamanan negara kita,” kata Gubernur Midjiyawa Bakari.

Larangan cadar belum diberlakukan di provinsi-provinsi lain di Kamerun.

Menurut Badan Statistik Nasional sekitar 20% dari 22 juta orang yang tinggal di Kamerun adalah Muslim. Kebanyakan dari mereka menetap di wilayah Far North.

Sebelumnya pada hari Rabu (15/7/2015) Gabon, yang berbatasan dengan Kamerun di selatan, juga mengumumkan larangan penggunaan cadar di tempat-tempat umum dan tempat kerja.

Negara mayoritas pemeluk Kristen itu mengatakan bahwa kebijakan tersebut diambil menyusul serangan bom bunuh diri di Kamerun.

Pada bulan Mei pemerintah Brazzaville (Republik Kongo), melarang penggunaan cadar sebagai bagian dari upaya kontraterorisme, meskipun negara itu belum pernah mengalami serangan dari kelompok-kelompok Muslim bersenjata.

Kurang dari 5% penduduk Republik Kongo adalah Muslim. Pemerintah negara mayoritas Kristiani itu melarang orang bermalam di masjid dengan alasan bahwa masjid adalah tempat beribadah dan bukan tempat untuk tidur.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Qari Syeikh Muhammad Jibril Dilarang Pergi Keluar Mesir
Tulisan selanjutnya Hilal 1 Syawwal 1436 H Terlihat, Saudi Idul Fitri Hari Jumat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Berita
20 Juli 2026 11:05
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah

Terbaru

  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?