Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pendeta Jackson: Amerika Tak Pantas Ceramah Soal HAM

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Agustus 2015 20:39 8:39 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Agustus 2015 20:39
Bagikan
Pendeta Jesse Jackson.
Bagikan

Hidayatullah.com—Amerika Serikat seharusnya menahan diri dari menyerang catatan HAM negara-negara tetangganya sampai negaranya sendiri berhasil mengatasi pelanggaran hak asasi manusia di dalam wilayahnya. Demikian ditegaskan Jesse Jackson, seorang pendeta yang cukup tersohor di AS, dalam wawancara dengan Euronews Selasa (25/8/2015).

Tokoh agama dan pegiat hak-hak sipil itu membela dukungannya atas upaya membangun hubungan yang baik dengan Kuba, yang telah diimplementasikan selama beberapa bulan belakangan.

Jackson menyoroti kondisi di dalam negara Amerika Serikat sendiri, yang mana negara adidaya itu memiliki jumlah penduduk sebanyak 5% dari populasi dunia, tetapi pada saat yang sama jumlah penghuni penjaranya mencapai 25% dari total narapidana di dunia.

“Hak asasi manusia negara kita sendiri bermasalah dan saya yakin [jika] sekarang kita berkomunikasi [maka] kita bisa bekerjasama. Kita tidak pada posisi untuk menerapkan standar atas Kuba, padahal kita sendiri tidak menerapkannya,” kata Jackson menyinggung Gedung Putih yang menormalisasi hubungan dengan pemerintah Havana tetapi sibuk pula mengkritik masalah HAM di Kuba.

Amerika Serikat mencabut sanksi-sanksi yang pernah diberlakukannya atas pemerintah Havana, dan bulan ini membuka kembali kantor Kedutaan Besar AS yang sempat ditutup selama lebih dari 50 tahun.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Jackson mengatakan dirinya berharap bisa menyaksikan proses dan rekonsiliasi penuh serupa antara AS dengan Venezuela, yang memburuk sejak Hugo Chavez dari sayap kiri memegang kekuasaan pada 1999.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Sarankan Presiden Jokowi Buat Kebijakan Berpegang Nilai Agama dan Moralitas
Tulisan selanjutnya FOZ: Penyebab Kebakaran Pesantren Waena, Papua Bukan ‘Arus Pendek’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Berita
1 September 2026 12:00
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?