Hidayatullah.com—Ratusan anggota Taliban menyerbu kota strategis di utara Afghanistan, Kunduz, dan menguasai separuh wilayahnya, kata kepolisian.
Seorang jurubicara kepolisian mengatakan kelompok itu menduduki sejumlah gedung pemerintahan dan pertempuran hebat masih terus berlangsung lapor BBC Senin (28/9/2015).
Sebuah laporan mengatakan Taliban mengibarkan benderanya di pusat kota itu.
Menurut sejumlah koresponden, serangan hari Senin itu merupakan salah satu yang paling gencar dilakukan oleh Taliban di ibukota provinsi itu.
Pemerintah Afghanistan mengatakan sedikitnya 25 anggota Taliban dan dua anggota kepolisian telah terbunuh. Para pejabat mengatakan pasukan tambahan sedang dikirim ke Kunduz.
Jurubicara Kepolisian Kunduz Sayed Sarwar Husaini kepada BBC mengatakan bahwa Taliban telah menguasai penjara di Kunduz dan melepaskan sekitar 500 narapidana, termasuk anggota-anggota Taliban.
Kunduz secara simbolis penting artinya bagi Taliban, karena kota itu merupakan bekas pertahanan mereka di bagian utara sebelum digulingkan dari kursi pemerintahan Afghanistan tahun 2001.
Serangan hari Senin itu dilakukan sehari setelah serangan bom atas sebuah pertandingan olahraga di Provinsi Paktika di timur Afghanistan yang menewaskan 9 orang.
Taliban mengatakan bahwa mereka juga memasuki sebuah rumah sakit di Kunduz, meskipun media lokal melaporkan bahwa mereka hanya berada sebentar di sana.
Kunduz merupakan provinsi strategis dan penting. Di provinsi itu terdapat jalan-jalan utama yang menghubungkan bagian tengah dan utara Afghanistan. Menurut para koresponden provinsi itu juga sumber dari setengah kebutuhan beras Afghanistan.*