Hidayatullah.com—Paus Fransiskus telah terbang kembali ke Vatikan, mengakhiri perjalanannya di Amerika Serikat, di mana dia bertemu korban-korban pencabulan oleh pendeta Katolik, mengunjungi sebuah penjara, dan memuji lembaga keluarga sebagai “pabrik harapan” ketika memimpin misa di lapangan terbuka di akhir lawatannya ke Benua Amerika.
Paus Fransiskus mengakhiri perjalanannya di Philadephia pada Ahad malam (2/9/2015), di mana dia mengatakan kepada sekelompok korban pedofilia bahwa “Tuhan menangis” melihat penderitaan mereka.
“Saya berjanji mereka semua yang melakukan kejahatan seksual terhadap anak-anak akan dihukum,” kata Fransiskus dihadapan sekumpulan uskup, setelah selama 30 menit menemui tiga wanita dan dua pria yang pernah menjadi korban kejahatan seksual yang dilakukan rohaniwan Katolik, lansir Aljazeera.
Fransiskus mengatakan dia merasa “sangat malu” dengan kejahatan seksual para rohaniwan Katolik itu. Paus berusia 78 tahun itu juga mengatakan kepada para hadirin bahwa “kejahatan ini tidak bisa lagi ditutup-tutupi.”
Di sebuah penjara di Philadephia, Paus mengatakan kepada 100 narapidana yang ditemuinya agar berusaha sebisa mungkin untuk memanfaatkan waktu mereka di balik jeruji dengan baik.
Kunjungan ke Philadephia merupakan pamungkas dari perjalanan Paus Fransiskus di Amerika Serikat, setelah bertemu Presiden Barack Obama dan berbicara di podium Kongres AS dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sebelum ke AS, Fransiskus selama 4 hari berada d Kuba dan bertemu dengan pemimpin revolusi yang kini sudah pensiun, Fidel Castro.*