Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika dan Upaya Solusi ‘Melindungi’ Israel

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Oktober 2015 09:24 9:24 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Oktober 2015 11:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS), John Kerry mengatakan hari Senin (19/10/2015) pemimpin Israel dan Palestina minta memperjelas status kompleks Masjidil Aqsha di Yerusalem untuk membantu mengakhiri pertumpahan darah dan pemulihan stabilitas di daerah konflik tersebut.

Kerry sedang mempersiapkan pertemuan dengan PM Benjamin Netanyahu di Jerman dan kemudian dengan Presiden Palestina, Mahmud Abbas dan Raja Abdullah dari Yordania, kemungkinan di Amman, juga menolak permintaan Prancis di PBB untuk kehadiran pengamat internasional di situs suci tersebut.

Kerry dijadwalkan akan bertemu dengan para pemimpin dari Rusia, Turki, Arab Saudi dan Yordania minggu ini untuk membahas opsi-opsi guna memulai kembali proses penyelesaian politik untuk situasi di Palestina dan Suriah.

Israel menghubungi Dubes Prancis hari Senin untuk memperjelas oposisinya mengenai ide tersebut, sebut salah satu jurubicara Kemenlu AS dikutip Jerusalem Post.

“Israel paham pentingnya status quo dan… sasaran kami adalah meyakinkan semua orang paham apa itu maksudnya,” kata Kerry pada sebuah konferensi pers di Madrid.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Netanyahu telah mengatakan bahwa pemerintahnya berkomitmen untuk mempertahankan status quo komplek Masjidil Al-Aqsa.

“Kami tidak mencari perubahan baru atau orang luar untuk masuk, saya pikir Israel atau Yordania tidak menginginkan itu dan kami juga tidak mengajukan hal tersebut,” katanya. “Yang kami butuhkan adalah kejelasan”.

Israel telah mengerahkan pasukan di dalam dan sekitar wilayah Yerusalem dan mendirikan penghalang jalan di wilayah Palestina di bagian timur Yerusalem guna mencoba menghentikan pecahnya serangan Intifada al-Quds oleh para pemuda Palestina sejak tahun 2000-2005.

Sebagaimana biasa, Kerry mengatakan penjajah Israel memiliki hak melindungi warga negaranya dari tindak ‘kekerasan’. Netanyahu juga telah memberitahunya bahwa ia berkomitmen untuk mempertahankan status quo Al-Aqsha, tambahnya.

“Saya tidak punya harapan khusus kecuali untuk mencoba untuk bergerak maju,” ucap Kerry mengenai pertemuannya akan datang.

“Itu tergantung percakapan mereka sendiri untuk menentukan langkah-langkah apa yang diambil sehingga orang paham bahwa para pemimpin sedang melakukan tugasnya dan berupaya memecahkan konflik ini.”

Beberapa pejabat AS dan Israel mengatakan bahwa sekarang bukanlah waktu untuk berdiplomasi, tapi Kerry menekankan bahwa keamanan dan diplomasi harus berjalan beriringan.

“Tidak ada waktu untuk yang satu kemudian yang lain. Ada kepentingan di kedua belah pihak.”
Ia juga mengatakan akan menemui beberapa rekan dari Turki, Arab Saudi, Yordania, dan Rusia di Eropa untuk menyelidiki “pilihan nyata dan riil” untuk transisi politik yang damai di Suriah, yang ketegangan perang sipil di sana menegang dengan intervensi Rusia pada akhir bulan lalu untuk mendukung pemerintahan Damaskus melawan pemberontakan.

Sehubungan dengan maraknya perlawanan di Palestina, Netanyahu telah membatalkan kunjunganya ke Ibu Kota Berlin.

Setelah pertemuanya dengan Kerry, Netanyahu akan bertolak ke Jordania dan akan bertemu dengan presiden Otoritas Palestina dukungan Israel, Mahmud Abbas serta raja Jordania, pangeran Abdullah 2 dalam upayanya membatasi Intifada di Al-Quds dan Tepi Barat terjajah.

Seperti biasanya, Amerika dan Negara Barat lain tak akan punya agenda apa-apa –apalagi agenda terbaru penyelesaian solusi– kecuali hanya mempertahankan penjajah Israel.

Obama, PBB atau siapapun, hanya akan mengajak ‘perundingan damai’ dengan arti, memberi keluasaan luas penjajah merampas Masjidil Aqsha dan wilayah Palestina sementara melarang penduduk Palestina membalas.*/Karina Chaffinch

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AmerikaBenyamin NetanyahuIntifada Ke-3israelJohn KerryMasjidil Aqshapalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rektor UIA: Sambut Muharram 1437 H dengan Jihad Menuju Khairul Ummah
Tulisan selanjutnya Perusahaan Transportasi Asing Gunakan Bagasi Jamaah untuk Menyelundupkan Narkoba ke Saudi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?