Selasa, 27 September 2005
Hidayatullah.com—Serangan militer tentara Yahudi Israel di berbagai wilayah otonomi Palestina di Jalur Gaza ternyata ditengarai untuk mempertahankan posisi politik Ariel Sharon.
Menurut sumber-sumber Yahudi menyebutkan, bahwa untuk mempertahankan posisinya di partai Likud, PM Israel, Ariel Sharon, menginstruksikan serangan masif ke Jalur Gaza.
Keberhasilan serangan tersebut dan banyaknya jumlah korban di pihak warga Palestina akan sangat menentukan kelanggengan posisinya Sharon di Partai ini.
Menang Tipis
Seperti diberitakan, kemarin, PM Israel, Ariel Sharon dikabarkan menang tipis atas lawan partainya, Benjamin Netanjahu dalam sebuah voting mengenai pemilihan pemimpin partai yang dimajukan.
Seperti yang dikemukakan oleh seorang juru bicara Partai Likud, mayoritas tipis dari partai Likud menentang pemajuan jadwal pemilihan ketua partai bulan November mendatang.
Langkah ini diajukan oleh lawan berat Sharon, Netanjahu. Rupanya, Netanyahu ingin memanfaatkan isu penarikan pemukiman Yahudi di Jalur Gaza sebagai kemarahan publil dan dari banyak anggota partai.
Sebelumnya, sebelum diadakan voting suara, sebagaimana dilaporkan AFP, helikopter tempur Yahudi menembakkan roket ke arah kota Gaza dan menimbulkan kerusakan terhadap sejumlah rumah milik warga Palestina. Termasuk diantaranya adalah sekolah.
Seorang Komandan Pejuang Brigade Al-Quds, sayap militer dari Front Jihad Islam Palestina di Gaza, Syeikh Khalil, dan seorang warga Palestina lainnya, dilaporkan gugur syahid setelah mobil yang mereka tumpangi dihantam roket Israel.
Tak hanya itu, militer Israel juga menyerang Tepi Barat Sungai Jordan dan menangkap lebih dari 90 anggota gerakan HAMAS dan Front Jihad Islam di kota Bethlehem, Al-Khalil, dan Ramallah. Aksi penangkapan itu dilakukan sehari setelah polisi Israel telah menangkap 270 pejuang Palestina lainnya di Tepi Barat Sungai Jordan. (DWWD/Irib/cha)