Hidayatullah.com—Organisasi Shurat HaDin hari Senin (26/10/2015) mengajukan gugatan ke pengadilan negara bagian New York, Amerika Serikat, mendesak agar raksasa media sosial Facebook menghapus lebih dari 1.000 laman yang berisi kebencian terhadap Yahudi dan Zionis, serta agar pengelola lebih mengontrol hal-hal semacam itu di masa depan.
Dua puluh ribu warga Israel memberikan dukungan terhadap gugatan tersebut secara online. Jerusalem Post melaporkan bahwa penggugat utama adalah seorang warga Israel yang kondisinya kritis setelah menjadi korban penembakan dan penusukan di sebuah bus di kota Yerusalem (Al-Quds).
Jika Facebook dapat menyebutkan jenis kopi apa yang kalian minum dan memaksakan iklan berdasarkan hobimu, maka “mereka bisa memonitor ancaman-ancaman ini dan menyingkirkan postingan yang mendorong dilakukannya dan memuji-muji aksi-aksi teror,” kata Nitama Darshan-Leitner, direktur Shurat HaDin kepada AFP.
Sepanjang bulan Oktober aksi saling serang antara warga Palestina dan Yahudi Israel memanas di kota suci Al-Quds. Sepuluh orang warga Israel dan lebih dari lima puluh warga Palestina telah terbunuh.
Sebuah rilis pers yang dikeluarkan oleh pihak penggugat menyatakan bahwa banyak pelaku serangan yang termotivasi oleh apa yang “mereka baca di Facebook – para demagog dan pemimpin mendorong pengikut-pengikutnya untuk ‘menbantai Yahudi.”
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut situasi itu seperti “Usamah bin Ladin bertemu dengan Mark Zuckerberg.”
Facebook menanggapi hal tersebut dalam pernyataan yang dikirimkan kepada AFP. “Gugatan hukum ini tidak berdasar dan kami akan membela diri dengan sepenuh tenaga.”
Facebook mengatakan perusahaannya mengecam konten kekerasan dan kebencian di situsnya dan mendorong penggunanya untuk melaporkan jika mereka menemukan hal-hal semacam itu.*