Hidayatullah.com—Kelompok bersenjata Ansar Dine dikabarkan mengklaim sebagai pelaku serangan atas sebuah pangkalan pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di utara Mali, lapor Euronews.
Roket-roket ditembakkan ke arah kamp pasukan PBB, sehingga menewaskan 3 orang di dalamnya. Para korban telah diidentifikasi sebagai tentara Guinea dua orang dan satu orang kontraktor asal Burkina Faso.
Serangan hari Sabtu (28/11/2015) di Kidal itu dilakukan delapan hari setelah kelompok bersenjata membunuh 20 orang dalam serangan atas hotel mewah Radisson di ibukota Bamako.
Pasukan Prancis dan PBB berusaha menstabilkan bekas wilayah koloni Prancis itu dari perlawanan kelompok-kelompok bersenjata.
Seorang sumber keamanan di utara Mali, yang tidak ingin namanya disebutkan, mengatakan bahwa kamp di Kidal itu dua hari sebelum serangan sudah menerima peringatan dari sebuah kelompok Muslim bersenjata tak dikenal.
Wilayah utara Mali dikuasai oleh kelompok-kelompok Muslim bersenjata, sebagian konon ada yang berkaitan dengan Al-Qaidah hingga tahun 2012. Mereka kemudian didesak mundur oleh pasukan koalisi pimpinan Prancis satu tahun kemudian, tetapi aksi kekerasan masih terus berlangsung dan menyebar ke wilayah Mali yang sebelumnya aman di selatan.*