Hidayatullah.com—Presiden Rusia Vladimir Putin hari Senin (30/11/2015) menuduh Turki menembak jatuh pesawat Su-24 milik negaranya guna melindungi suplai minyak yang didapatkannya dari ISIS.
“Kami memiliki setiap alasan untuk berpikir bahwa keputusan menembak jatuh pesawat kami didikte oleh keinginan untuk melindungi jalur suplai minyak ke wilayah Turki, langsung ke pelabuhan-pelabuhan di mana minyak itu dimuat ke kapal-kapal tanker,” kata Putin kepada para reporter di Paris pada hari pertama Konferensi Perubahan Iklim yang digelar Perserikatan Bangsa-Bangsa, lansir Deutsche Welle.
“Kami menerima tambahan data yang sayangnya mengkonfirmasi bahwa minyak ini, yang diproduksi di daerah-daerah yang dikuasai oleh [ISIL] dan organisasi-organisasi teroris lainnya, diangkut dalam skala besar ke Turki,” kata Putin, seperti dikutip Aljazeera.
Pernyataan keras Presiden Rusia itu diungkapkan beberapa jam setelah Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu kembali menolak untuk meminta maaf atas insiden penembakan jet tempur Rusia di selatan Turki hari Selasa (24/11/2015).
Pernyataan Putin di Paris itu mengulangi tuduhan serupa terhadap Turki yang dikemukakannya pekan lalu.
Dilansir Aljazeera, hari Kamis (26/11/2015) Presiden Rusia mengatakan “tidak diragukan lagi” bahwa minyak dari “wilayah Suriah yang dikontrol teroris” melewati perbatasan memasuki Turki.
“Kami melihat dari langit ke mana kendaraan-kendaraan [pengangkut minyak] itu pergi,” kata Putin Kamis pekan lalu menyusul penembakan pesawat tempur Rusia oleh Turki di wilayah selatan yang berbatasan dengan Suriah.
Sehari sebelumnya, Rabu (25/11/2015), Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev menuding para pejabat Turki mengambil untung dari penjualan minyak ISIS.
Sementara Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov mengatakan bukan rahasia lagi “para teroris” menggunakan wilayah Turki, lansir Reuters hari Jumat (27/11/2015).
Penjualan minyak yang didapat ISIS dari sumur-sumur minyak yang dikuasainya di Suriah dan Iraq merupakan salah satu sumber utama pendanaan kelompok bersenjata itu.
Namun Erdogan menantang Rusia membuktikan tuduhannya jika Turki terbukti membeli minyak dari ISIS. [baca: Erdogan Tantang Rusia Buktikan Tuduhan Turki Membeli Minyak ISIS] Erdogan juga mengatakan, dirinya siap mundur dari jabatannya apabila tuduha itu terbukti benar.*