Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ditangkap di Brussels, Prancis Minta Pelaku Serangan Paris Salah Abdeslam Diekstradisi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 Maret 2016 06:42 6:42 am
Ama Farah
Dipublikasikan 19 Maret 2016 06:42
Bagikan
Salah Abdeslam.
Bagikan

Hidayatullah.com—Salah Abdeslam, tersangka pelaku serangan di Paris yang paling dicari-cari aparat dan buron selama 4 bulan, akhirnya berhasil ditangkap di ibukota Belgia setelah terlibat baku tembak dengan aparat setempat.

Perdana Menteri Belgia Charles Michel dan Presiden Prancis Francois Hollande hari Jumat (18/3/2016) mengkonfirmasi penangkapan itu dalam konferensi pers di Brussels, lapor Aljazeera.

“Ini adalah keberhasilan melawan terorisme,” kata Michel ketika memberikan selamat kepada pasukan keamanan yang berhasil dalam operasi tersebut.

Salah Abdeslam mengakhiri pelariannya di Brussels di daerah pemukiman Molenbeek dengan kaki terluka setelah buron selama 4 bulan, kata wakil kepala daerah setempat Ahmed El-Khannous.

Empat orang lain, termasuk anggota sebuah keluarga yang menampung Abdeslam, juga ditahan, kata jaksa federal Belgia Eric van der Sypt. Dia mengkonfirmasi Abdeslam mengalami luka ringan di kaki saat aparat berusaha menangkapnya dan telah dibawa ke rumah sakit.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Rekaman gambar menunjukkan polisi bersenjata lengkap tampak menyeret seorang laki-laki yang wajahnya ditutupi tudung putih ke jalan, lalu memasukkannya ke dalam sebuah kendaraan tanpa label yang menunggu di sana.

Sebelumnya pada hari yang sama, kantor Kejaksaan Federal Belgia mengatakan sidik jari Abdeslam ditemukan di sebuah apartemen di daerah Forest, dalam operasi penyergapan berbeda di selatan Brussels hari Selasa.

Dalam operasi tersebut seorang tersangka serangan Paris lainnya yang bernama Mohamed Belkaid tewas. Belkaid adalah pria berusia 35 tahun keturunan Aljazair.

Petugas di tempat itu menemukan sebuah senapan Kalasnikov, amunisi, buku-buku Islam dan bendera ISIS. Tidak ada bahan peledak ditemukan di apartemen itu, kata pihak kejaksaan.

Abdeslam, warganegara Prancis, dilahirkan di kota Brussels dan sebelumnya pernah tinggal di ibukota Belgia itu.

Polisi berkeyakinan dia terlibat dalam serangan 13 Nobember 2015 di kota Paris yang mengakibatkan 130 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Sejumlah pria bersenjata ketika itu melakukan aksi penembakan dan bom bunuh diri di dekat stadion nasional Stade de Farnce, tempat konser musik Bataclan, serta sejumlah kafe dan bar.

Abdeslam diduga menyewa sebuah kendaraan yang dipakai mengangkut pelaku serangan di Bataclan.

Dia melarikan diri ke luar Paris usai serangan itu, yang diklaim oleh ISIS. Beberapa jam kemudian dia dikabarkan sempat diberhentikan dan ditanyai polisi di perbatasan Prancis-Belgia sebelum akhirnya diperbolehkan melintas.

Beberapa tersangka serangan memiliki keterkaitan dengan sejumlah orang di Belgia.

Abang dari Abdeslam termasuk pelaku bunuh diri dalam serangan di Paris itu.

Presiden Hollande minta Abdeslam diekstradisi

Dalam konferensi pers bersama dengan PM Michel, Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan bahwa Abdeslam yang berkewarganegaraan Prancis akan diinterogasi dan diadili di negaranya.

“Saya yakin sepenuhnya proses ekstradisi ini akan berhasil. Abdeslam akan diinterogasi dan diadili di Prancis,” kata Hollande seperti dilansir Deutsche Welle. Dia mengatakan Kejaksaan Prancis telah mempersiapkan permohonan ekstradisinya.

Hollande mengatakan bahwa investigasi kasus itu masih berlanjut dan diharapkan akan ada penangkapan-penangkapan lain di kemudian hari.

“Ada banyak orang yang kami telah identifikasi, dan itu adalah pekerjaan yang harus kami lakukan untuk menanganinya,” kata Hollande.

“Kita berurusan dengan jaringan luas di beberapa negara,” imbuh Hollande.

Sejak bulan November lalu, polisi Prancis melakukan lebih dari 2.500 penyergapan dengan menggunakan kekuasaan negara dalam situasi darurat, yang mendapatkan kritikan dari aktivis peduli HAM.

“Prancis mempunyai kewajiban untuk menjamin keamanan publik dan berusaha mencegah serangan di masa depan, tetapi polisi telah menggunakan kewenangan di masa darurat yang baru secara berlebihan, diskriminatif dan tidak adil,” kata Izza Leghtas, peneliti dari Human Rights Watch (HRW) wilayah Eropa Barat.

Menurut HRW, hanya empat prosedur hukum yang diluncurkan dalam kaitannya dengan ribuan penyergapan yang dilakukan di seluruh pelosok negeri Prancis.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Infaq Rupiah di Bandara Dubai
Tulisan selanjutnya Tim Sahabat Al-Aqsha ke Sudan, Kunjungi Mahasiswa-mahasiswa Kedokteran Penerima Beasiswa Anda

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?