Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Erdogan Ajak Tokoh Yahudi AS Melawan Islamofobia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 April 2016 08:55 8:55 am
Ama Farah
Dipublikasikan 2 April 2016 08:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemimpin-pemimpin Yahudi harus berdiri melawan islamofobia, anti-semitisme dan xenofobia, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan hari Rabu (30/3/2016), seperti dilansir kantor berita pemerintah Ankara, Anadolu.

Pemimpin Turki yang sedang berada di ibukota Amerika Serikat untuk menghadiri KTT nuklir dan mempererat kerja sama ekonomi dengan Washington itu, berkesempatan bertemu dengan tokoh-tokoh Yahudi di Amerika Serikat.

“Sayangnya, gerakan anti-semitisme, islamofobia dan xenofobia sudah berpindah dari tepi ke pusat perpolitikan,” kata Erdogan seperti dikutip Anadolu.”Kita perlu bekerja sama melawan gerakan-gerakan ini,” imbuhnya dalam pertemuan dengan tokoh-tokoh Yahudi di Amerika yang tertutup bagi media itu.

Dalam pertemuan yang digelar di St. Regis Hotel itu, perwakilan Yahudi menyampaikan belasungkawa kepada Presiden Turki atas serangan-serangan berdarah yang terjadi di Ankara dan Istanbul belakangan ini. Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada Erdogan, karena telah membantu menangani turis Israel yang menjadi korban dalam salah satu serangan di Istanbul awal bulan ini.

Pertemuan di Amerika itu digelar di saat Turki dan Israel sedang berusaha memperbaiki hubungan yang rusak menyusul serangan berdarah atas konvoi kemanusiaan Mavi Marmara 2010, lapor Anadolu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut kantor kepresidenan Turki, pertemuan tersebut digelar untuk mempererat hubungan Turki dengan komunitas Yahudi, meskipun di antara mereka terdapat perbedaan-perbedaan, kata kantor kepresidenan.

Tokoh Yahudi yang hadir dalam pertemuan itu antara lain berasal dari organisasi-organisasi terkemuka Yahudi di Amerika, seperti World Jewish Congress dan American Israeli Public Affairs Committee (AIPAC).

Pemimpin-pemimpin Yahudi dalam pertemuan itu mengatakan kepada Erdogan bahwa laporan mengenai kekerasan yang dilakukan oleh pasukan Israel terhadap rakyat Palestina di sekitar Masjid Al-Aqsha merupakan bagian dari kampanye “disinformasi” (pengalihan isu, penyimpangan informasi). Namun, Presiden Turki itu membantah pernyataan mereka dan mengatakan bahwa apa yang didengarnya berbeda dari apa yang diklaim oleh tokoh-tokoh Yahudi tersebut.

Pasca Khilafah

Hubungan Yahudi dan Turki memiliki akar sejarah panjang, bahkan sebelum berdirinya Turki Seljuk.

Yahudi telah hidup di wilayah Kekaisaran Utsmaniyah dan Turki yang modern selama lebih dari 2.400 tahun. Kaum Yahudi diperlakukan manusiawi saat berdirinya  Seljuk Muslim  hingga era berdirinya Kekhilafahan Utsmaniyah. Islam dinilai  membawa toleransi dan kesejahteraan setelah sebelumnya mereka terusir dan dianiaya di era Inkuisisi Spanyol.

Bahkan di era Sultan Sulaiman Al-Qanuni hingga  Sultan Mehmed II ada kebijakan membolehkan mereka bekerja dan memasuki Turki hingga musibah

Pengusiran Sultan Abdul Hamid II  tahun 1909 oleh Gerakan Turki Muda pimpinan Musthafa Kemal Pasha dan peristiwa tahun 1924 ketika Mustafa Kemal Ataturk (sebagian mengatakan memiliki kakek moyang Yahudi) melakukan kudeta. Turki yang semula menggunakan khilafah dihapuskan dan diganti menjadi Republik Turki dimana sistem sekuler dan peradaban Barat dipaksakan mengganti Islam di semua lini. Di era ‘Bapak Sekularisme’ Turki inilah Yahudi diberikan porsi semakin luas. Hingga kini,  Turki menjadi Salah satu rumah komunitas Yahudi terbesar di dunia Muslim kebanyakan tinggal di Istanbul.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Khilafah UtsmaniMustafa Kemal AtaturkRecep Tayyip ErdogansekularismeSeljukTurkiyahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya SDIT Hidayatullah Jogja Adakan Entrepreneurship for Students
Tulisan selanjutnya Anak Muda Risau Rokok Mudah Diakses

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?