Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Menteri Italia Ingin Tunjangan Anak Ditambah, Agar Angka Kelahiran Naik

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Mei 2016 23:33 11:33 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Mei 2016 23:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Menteri Kesehatan Italia telah memaparkan rencana untuk melipatgandakan tunjangan anak guna mencegah terjadinya “bencana besar” akibat anjloknya angka kelahiran di negara itu.

Menteri Beatrice Lorenzin mengatakan bonus bulanan bagi keluarga berpenghasilan rendah harus digandakan dari jumlah saat ini 80 euro (sekitar 1,2 juta rupiah).

Lorenzin juga mengimbau agar tunjangan anak kedua dan selanjutnya ditambah, guna mendorong warga memiliki keluarga besar, lapor BBC Ahad (15/5/2016).

Pada tahun 2015 di Italia hanya ada kelahiran 488,00 bayi atau terendah sejak berdirinya negara Italia modern di tahun 1891.

Berbicara kepada koran terkemuka Italia, La Repubblica, Lorenzin mengatakan jika keadaannya terus seperti itu, maka dalam kurun 10 tahun di Italia hanya akan ada kelahiran kurang dari 350.000 dalam setahun atau 40% lebih rendah dari angka kelahiran tahun 2010, yang mana hal itu sebuah bencana besar.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Dalam kurun 5 tahun kita telah kehilangan lebih dari 66.000 kelahiran (pertahun) … Jika kita hubungkan dengan kenaikan jumlah manula dan orang-orang yang sakit kronis, maka kita melihat sebuah gambaran negara yang menghadapi kematian,” imbuh Lorenzin.

Pembayaran tunjangan, yang baru dimulai tahun lalu, diberikan kepada bayi-bayi yang dilahirkan antara 1 Januari 2015 dan 31 Desember 2017 dan tunjangan diberikan sampai mereka berusia 3 tahun.

Lorenzin, seorang menteri yang berpengaruh dalam kabinet Perdana Menteri Matteo Renzi, ingin agar tunjangan diberikan kepada semua anak yang berusia di bawah 3 tahun.

Namun, jika usulan Lorenzin itu diterima maka negara harus merogoh kocek lebih dalam 2,2 miliar euro selama lebih dari enam tahun ke depan. Tambahan pengeluaran itu merupakan beban berat bagi negara Italia yang saat ini sedang ditekan Uni Eropa agar mengurangi pengeluaran dan hutangnya.

Italia adalah salah satu negara Eropa yang paling rendah angka kelahirannya. Menurut data yang dikumpulkan Bank Dunia (World Bank), tahun 2014 Italia hanya mengalami 8 kelahiran per 1.000 penduduk. Bandingkan angka itu dengan 12 di Inggris dan 13 di Amerika Serikat.

Pada tahun 2014, rata-rata wanita Italia masing-masing hanya melahirkan 1,39 anak, bandingkan dengan Uni Eropa yang mencapai 1,58.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hamba yang Menepis Rasa Takut (2)
Tulisan selanjutnya Takmir Masjid se Turi Membuat Forum Silaturahim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Peringatan Hari Kematian Mahsa Amini Pertokoan Tutup, Pasukan Keamanan Iran Bersiaga

Berita
17 September 2026 14:56
Al-‘Aqabah: Jalan Terjal Menuju Peradaban Fitrah
MUI Sebut Danantara Syariah Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Riil Umat
Komisi Eropa Mengajukan RUU Larangan Akses Media Sosial Bagi Anak di Bawah 13 Tahun
Norwegia Ancam Penjara 3 Tahun bagi Perusahaan yang Berdagang dengan Permukiman Israel

Terbaru

  • Erdogan akan Maju Pemilihan Presiden 2028
  • Gerebek Kelab Malam dan Bar Gay, Turki Tangkap 162 Aktivis LGBT
  • 87 Persen Penonton Situs Berita Muslim Inggris Tak Percaya Houthi Menargetkan Mekkah
  • Komisi Eropa Mengajukan RUU Larangan Akses Media Sosial Bagi Anak di Bawah 13 Tahun
  • Bertemu Mahmoud Abbas Presiden Mesir Menolak Pengusiran Warga Palestina dari Jalur Gaza
  • Wanita Afghanistan Dideportasi dari Amerika Serikat oleh Pengadilan ‘Alien Terrorist’
  • Didepak dari Tur Ed Sheeran, Macklemore Donasikan 1 Juta Dolar untuk Palestina
  • Sejumlah Negara Muslim Kecam Serangan Drone ke Mekkah
  • Tingkatkan Publikasi Internasional, Unhan RI Tekankan Integritas dan Etika Pemanfaatan AI
  • Texas Sahkan Kurikulum Sejarah Anti-Muslim, Kaitkan Islam dengan Perang dan Perbudakan

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?