Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Oxfam: Negara Kaya Pelit pada Pengungsi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Juli 2016 12:29 12:29 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Juli 2016 12:29
Bagikan
Pengungsi Suriah ditolak di beberapa negara Eropa
Bagikan

Hidayatullah.com–Oxfam mengkaim negara-negara paling kaya di dunia cendrung pelit terhadap pengungsi dan pencari suaka. Enam kekuatan ekonomi terbesar disebut cuma bersedia menampung kurang dari 9% jumah pengungsi di seluruh dunia.

Enam negara kekuatan ekonomi terbesar di dunia cuma menampung 2,1 juta pengungsi, atau sekitar 9 persen dari total jumlah pengungsi di seluruh dunia, klaim organisasi anti kemiskinan, Oxfam.

Dalam laporan terbarunya, Oxfam mengklaim Inggris cuma menerima 169.000 pengungsi dan pencari suaka, tidak sampai satu persen dari jumlah pengungsi di dunia. Laporan tersebut juga mengungkap minimnya kesediaan negara-negara kaya lain seperti Amerika Serikat, China, Jepang, Jerman dan Prancis.

“Sebaliknya, Yordania, Turki, Palestina, Pakistan dan Libanon menampung lebih dari setengah jumlah pengungsi dan pencari suaka di dunia. Walaupun mereka cuma mewakili kurang dari 2 persen kekuatan ekonomi global,” bunyi laporan tersebut. [Baca: Mayoritas Mengungsi ke Negara Arab, Sebagian Kecil ke Eropa [1], edisi [2]]

Jumlah pengungsi yang tewas tenggelam di Laut Tengah antara 2014 hingga 2016

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Oxfam mendesak pemerintahan negara-negara kaya agar menerima lebih banyak pengungsi dan mengulurkan bantuan buat negara miskin yang menampung lebih dari 65 juta pengungsi dan pencari suaka.

Organisasi yang berbasis di London, Inggris, itu menyebut konflik dan perang di Suriah, Sudan Selatan, Iraq, Yaman, Burundi dan negara lain telah menciptakan 62 juta pengungsi baru.

“Banyak negara yang memalingkan muka dari penderitaan jutaan orang yang melarikan diri dari tanah kelahirannya,” kata Mark Goldring, Direktur Eksekutif Oxfam di London dikutip DW.DE.

“Krisis pengungsi adalah hal yang rumit dan membutuhkan reaksi terkoordinasi secara global, di mana negara-negara terkaya ikut membantu dengan menerima lebih banyak pengungsi dan melindungi mereka dimanapun juga,” pungkasnya.

China menduduki peringat pertama dalam indeks keramahan terhadap pengungsi yang dirilis Amnesty International. Sementara Indonesia mendarat di posisi buncit bersama Thailand, Polandia dan Rusia. Indeks tersebut merangkum berbagai pertanyaan terkait keterbukaan sikap masyarakat terhadap keberadaan kaum terbuang di negeri dan lingkungannya.

Hingga tahun lalu badan pengungsi PBB, UNHCR, mencatat terdapat sekitar 5277 pengungsi di Indonesia dan hingga 8000 pencari suaka. Kebanyakan adalah korban pelanggaran HAM di Myanmar, Afghanistan, Somalia, Iran dan Irak. Indonesia kerap menjadi stasiun sementara pengungsi yang ingin hijrah ke Australia. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:EropaNegara KayaOxfampengungsiUNHCR
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya WikiLeaks akan Membocorkan Ribuan Dokumen Terkait Struktur Kekuasaan Politik Turki
Tulisan selanjutnya Surat Syeikh Qardhawi pada Persiden Erdogan Pasca Kudeta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?