Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Turki Berlakukan Keadaan Darurat, Erdogan Yakini Ada Negara Lain Terlibat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Juli 2016 08:48 8:48 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Juli 2016 08:48
Bagikan
Seperti dikutip Reuters, Sabtu (16/07/2016) usaha kudeta di Turki ini tidak direstui petinggi militer
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengatakan pihaknya memberlakukan keadaan darurat selama tiga bulan, menyusul kudeta militer yang gagal pekan lalu.

Dalam pidato nasional yang disiarkan televisi Rabu (20/07/2017) malam waktu setempat, Presiden Erdogan mengatakan keadaan darurat memungkinkan pemerintah mengejar orang-orang yang bertanggung jawab atas kudeta, yang dituduhkan kepada tokoh pendidikan yang kini tinggal di Amerika Serikat (AS), Fethullah Gulen.

Erdogan sebelumnya memperingatkan masih akan ada penangkatan dan pemberhentian ketika aparat keamanan menginterogasi puluhan ribu orang yang ditahan atau diskors, demikian kutip BBC.

Mereka ini berasal dari jajaran militer, PNS, dan lingkungan pendidikan.

Sampai hari ini, mereka yang ditahan termasuk 99 perwira tinggi militer yang sekarang secara resmi dikenai dakwaan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Larangan ini diberlakukan setelah gagalnya kudeta militer minggu lalu dan saat ini Turki melakukan pembersihan di tubuh pemerintah dengan lebih dari 50.000 orang ditangkap, dipecat, atau diberhentikan sementara.

Pihak berwenang Turki juga melarang semua akademisi pergi ke luar negeri dalam rangka pembersihan pegawai negeri yang dicurigai terkait atas upaya kudeta tersebut.

Dewan itu juga memberitahu universitas-universitas untuk menyuruh para akademisi yang bekerja atau belajar di luar negeri agar pulang ‘sesegera mungkin’.

Sejauh ini sekitar 1.577 dekan, 21.000 guru, dan 15.000 pejabat Kementerian Pendidikan sudah diminta mengundurkan diri.

Seorang pejabat pemerintah mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa larangan akademisi yang pergi ke luar negeri hanya untuk sementara waktu dengan bertujuan mencegah dugaan komplotan pelaku kudeta di universitas-universitas melarikan diri ke luar negeri yang  dicurigai terkait dengan Fethullah Gulen.

Pada malam Senin, Erdogan mengatakan pada CNN Internasional bahwa dia akan mensahkan apapun keputusan  yang diambil parlemen negara tersebut untuk membawa kembali hukuman mati karena meningkatnya seruan untuk mengeksekusi komplotan pengkudeta.

“Parlemen harus mendiskusikan hal itu dan jika para pemimpin parlemen setuju dan mendiskusikan hal itu maka saya sebagai presiden akan menyetujui keputusan apapun yang berasal dari parlemen,” dia mengatakan.

“Mengapa saya harus menahan mereka dan memberi makan mereka di penjara, untuk bertahun-tahun ke depan?’ Itu yang orang-orang katakan.”

Sementara itu, Perdana Menteri Turki Binali Yildirim pada Selasa memperingatkan mereka yang ingin membalas dendam dan melakukan kekerasan massal buntut dari kudeta gagal yang menarget pemerintahannya.

“Tidak ada satu orangpun dapat memiliki perasaan balas dendam. Hal ini tidak bisa diterima di dalam sebuah negara yang dipimpin oleh aturan hukum,” Yildirim mengatakan, merujuk pada gambar-gambar yang memperlihatkan pendukung pemerintah secara fisik menyerang orang yang diduga pendukung kudeta.

Dia berjanji bahwa siapapun yang melakukan tindakan melawan hukum akan mendapat hukuman. “Hari ini kita harus bersatu,” dia mengatakan, berpidato setelah pertemuan dengan Kemal Kilicdaroglu, pemimpin oposisi Partai Republik Rakyat (CHP).

Yildirim juga mengatakan pada parlemen dia sebenarnya telah mengirim “empat berkas pada Amerika Serikat” dengan bukti Gulen.

Sebelumnya,  Tayyip Erdogan, meyakini kemungkinan adanya turut campur negara lain dalam kudeta berdarah pekan lalu. Meski begitu, dalam wawancara dengan Aljazeera, Erdogan menolak untuk menyebutkan nama negara yang dimaksud.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Keadaan DaruratKudeta TurkiPerdana Menteri Turki Binali YildirimRecep Tayyip ErdoganTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Usai Muktamar Wahdah Islamiyah Ingin Kembangkan Kontribusi di Jawa dan Sumatera
Tulisan selanjutnya Remaja Pelaku Serangan di Kereta Jerman Kemungkinan Bukan Asal Afghanistan, Tetapi Pakistan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Berita
2 September 2026 20:21
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?