Hidayatullah.com–Salah satu tokoh paling senior Katolik di Australia Kardinal George Pell telah meminta dilakukan penyelidikan terhadap beberapa kalangan di dalam tubuh Kepolisian Victoria dan media ABC dengan tuduhan bersekongkol untuk “membelokkan jalan keadilan’.
Hari Rabu (27/07/2016) malam televisi ABC dalam program 7.30 membeberkan rincian mengenai tuduhan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Kardinal Pell.
Polisi Victoria mengukuhkan bahwa mereka menyelidiki beberapa laporan selama lebih dari satu tahun, namun tidak pernah meminta untuk mewawancarai Kardinal Pell.
Kardinal Pell dengan keras membantah tuduhan tersebut, dan menuduh ABC melakukan kampanye untuk memburukkan namanya.
Seperti diketahui, ABC hari Kamis (28/07/2016) pagi mengeluarkan pernyataan.
“Polisi Victoria bukanlah menjadi sumber laporan yang dimuat di program 7.30. ” kata pernyataan tersebut dikutip Australiaplus.
“Dan juga bukan karena adanya saksi yang menghubungi ABC. Laporan itu adalah hasil dari kegiatan jurnalistik yang kami lakukan di lapangan selama beberapa bulan, yang termasuk mencari orang yang mau berbicara dengan kami di depan kamera.”
“Jelas ada kepentingan publik dalam melaporkan masalah ini.”
“Kardinal George Pell adalah tokoh publik penting, tokoh senior di Gereja Katolik dan dia juga memiliki tanggung jawab langsung sebagai bagian dari Gereja dalam masalah pelecehan seksual terhadap anak-anak.”
Pengakuan Saksi
Lyndon Monument mengatakan kepada 7.30 bahwa dia sudah membuat pernyataan kepada Polisi Victoria bahwa dia ketika masih remaja di akhir tahun 1970-an, Kardinal Pell yang ketika itu masih mejnadi pastor di Ballarat meraba-raba dirinya di tempat yang tidak seharusnya ketika mereka berada di kolam renang Eureka.
“Tangannya meraba alat vital, dan bermula dari bagian luar celana renang, dan kemudian perlahan tangannya akan meraba bagian depan celana renang saya.” katanya.
Kepala Keuangan Vatikan Bersedia Jadi Saksi Kasus Pedofilia di Lingkungan Gereja
Dalam pernyataan kepada polisi, mantan teman sekolah Monument, Damian Dignan, juga membuat tuduhan yang serupa mengenai perilaku George Pell di kolam renang.
“Dia akan meraba, di bagian depan, di sekitar anus.” katanya.
Namun istri dan mantan manajer kolam renang Eureka mengatakan kepada 7.30 dan polisi, bahwa dia tidak pernah melihat Kardinal Pell menunjukkan perilaku yang membuatnya khawatir.
Seorang warga asal Torquay Les Tyack memberikan pernyataan kepada Polisi Victoria, mengatakan bahwa di tahun 1980-an, dia melihat George Pell berdiri telanjang di depan tiga remaja laki-laki di ruang ganti di klub surfing setempat.
Tyack mengatakan kepada 7.30: “Saya berpikiran hal itu tidak pantas. Situasi yang aneh dimana seorang pria dewasa berdiri telanjang di depan tiga remaja laki-laki.”
“Ketika remaja itu pergi, saya kemudian mengatakan kepada George Pell ‘saya tahu apa yang ingin kamu lakukan. Pergi dari sini. Bila saya melihat kamu di sini lagi, saya akan memanggil polisi.”
7.30 mengatakan polisi juga menyelidiki laporan bahwa Kardinal Pell melakukan pelecehan seksual terhadap dua remaja pria anggota koor ketika Pell menjadi Uskup Melbourne di tahun 1990-an.
Namun Kardinal Pell menolak diwawancarai oleh 7.30 namun dalam sebuah pernyataan mengatakan ‘laporan bahwa dia melakukan pelecehan seksual terhadap seseorang, di satu tempat, di satu masa dalam kehidupannya, sama sekali tidak benar, dan salah sepenuhnya.”
Kardinal Pell berhak mendapatkan perlakuan tidak bersalah, dan polisi dan pihak penuntut akan memutuskan apakah berbagai laporan itu bisa menjadi tuduhan resmi.
Uskup Agung Melbourne saat ini Denis Hart mengeluarkan pernyataan mengatakan bahwa dia sudah mengenal Kardinal Pell selama lebih 55 tahun, dan tuduhan 7.30 tidak mencerminkan pria yang dikenalnya tersebut, dan tindakan yang sudah ditunjukkan selama dia mengenal Pell.*