Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tak Pekerjakan Warga Saudi, Ribuan Toko Ponsel Ditutup

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 Agustus 2016 08:17 8:17 am
Ama Farah
Dipublikasikan 19 Agustus 2016 08:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Dalam rangka membuka peluang kerja lebih banyak untuk warga Saudi dan mengurangi 50 persen tenaga kerja asing di sektor ritel telekomunikasi, pihak berwenang di Kerajaan Arab Saudi telah menutup tidak kurang dari 1.864 toko ponsel.

Dilansir Arab News Jumat (19/8/2016), menurut data statistik yang dirilis Kementerian Tenaga Kerja dan Pembangunan Sosial, toko ponsel yang ditutup karena tidak mematuhi kebijakan pengurangan tenaga kerja asing paling banyak ada di Makkah dengan jumlah 508, diikuti kemudian oleh Asir dengan 499 toko, Provinsi Timur 203 toko, Madinah 195 toko, Qassim 165 toko, dan Riyadh 84 toko. Najran merupakan daerah dengan jumlah toko paling sedikit yang ditutup karena melanggar aturan tersebut.

Kementerian Dalam Negeri, Tenaga Kerja dan Pembangunan Sosial, Perdagangan dan Investasi, Urusan Pemerintah Daerah dan Pedesaan, serta Kementerian Komunikasi dan TI telah bersama-sama mendesak para pengusaha penjualan ponsel untuk mengurangi tenaga kerja asing dan menggantinya dengan orang Saudi.

Setelah menggelar kampanye besar-besaran seantero negeri, sebanyak 883 toko penjual ponsel dan asesoris telekomunikasi, diberi peringatan akan ditutup permanen jika mereka terus mengabaikan regulasi untuk mempekerjakan orang Saudi.

Dr. Fahad Al-Owaidi, wakil menteri untuk urusan inspeksi dan perbaikan lingkungan kerja di Kementerian Tenaga Kerja, mengatakan penutupan toko pada tahap pertama nasionalisasi di bidang telekomunikasi itu dilakukan terhadap badan-badan usaha yang menolak mengikuti peraturan dan menolak memberikan kesempatan warganegara Saudi untuk membuktikan kemampuannya bekerja di bidang itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pihak kementerian mengulangi kembali seruannya agar para pemilik usaha segera melakukan pengurangan jumlah pekerja asing sebelum batas waktu yang diberikan berakhir, atau akan terkena sanksi berupa penutupan tempat usaha.

Konsumen juga diminta aktif melakukan pelaporan atas toko-toko yang melakukan pelanggaran lewat situs online yang disediakan pemerintah.

  • Sektor Swasta Saudi Harus Menyerap 4,1 Juta Tenaga Kerja Warga Pribumi Sebelum 2030

Arab Saudi membuat program pembangunan Visi 2030 dalam rangka mengurangi ketergantungan negara itu terhadap sektor migas. Salah satu langkahnya adalah dengan lebih memberdayakan sumber daya manusia yang dimilikinya, antara lain mempekerjakan sebanyak-banyaknya warganegara sendiri dan mengurangi jumlah tenaga kerja asing.

Saat ini jutaan orang asing mengisi sebagian besar lapangan pekerjaan di Arab Saudi, mulai dari pekerjaan tingkat rendah seperti penyapu jalan dan pembantu rumah tangga, hingga profesional berketrampilan tinggi seperti dokter.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hari Kemerdekaan, IMS Gelar Layanan Kesehatan di Dusun Mualaf Mentawai
Tulisan selanjutnya Kajian Bulanan PIMPIN: Soal Bela Negara, Muslim Nasionalis yang Tidak Sempit

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?