Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tak Bisa Berhaji ke Makkah, Peziarah Iran Bertolak ke Karbala

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 September 2016 13:28 1:28 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 September 2016 13:27
Bagikan
Penganut Syiah berkumpul di Karbala
Bagikan

Hidayatullah.com–Ribuan peziarah Iran berkumpul di kota yang dianggap suci oleh kaum Syiah di Karbala pada hari Ahad (11/09/2016) setelah tidak diizinkan mengikuti ibadah tahunan haji di Makkah.

Sebelumnya, akhir Mei lalu, Iran menyalahkan Arab Saudi yang dinilai “menyabotase” dan gagal menjamin keselamatan para peziarah atas musibah di Mina.

Hubungan antara kedua negara ini menurun setelah ratusan warga Iran meninggal pada tragedi Haji tahun lalu dan setelah Riyadh memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran ketika kantor Kedutaannya di Tehran diserang pada awal Januari karena pengeksekusian ulama Syiah Syeikh al-Nimr.

Menolak Perjanjian dengan Saudi, Iran Larang Warganya Haji

Di saat kaum Muslim sedang melaksanakan Hari Arafah, peziarah Iran justru melaksanakannya di tempat suci Imam Hussein dan saudaranya Abbas di Karbala, sekitar 80 kilometer barat daya Baghdad.

“Saya mengira jumlah peziarah mencapai sejuta, sekitar 75% mereka orang Iran,” kata Adel al-Mussawi, petugas tempat suci tersebut laman al-monitor.com.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut mereka, mengunjungi kuil Imam Hussein tidak memiliki nilai ibadah yang sama sebagaimana haji, yang merupakan salah satu rukun Islam dan kewajiban bagi muslim yang mampu melaksanakannya, setidaknya sekali seumur hidup. Namun bagi para penganut aliran Syiah ini merasa lebih nyaman ketika di Karbala ketimbang di Makkah.

“Karbala normal bagi kami. Kami selalu datang kemari. Tahun ini mereka menutup jalan (menuju Makkah) dan tidak ada yang bisa pergi,” kata Syukrullah, peziarah Iran.

“Konflik Saudi-Iran memaksa orang Iran pergi ke Karbala untuk mengunjungi kuil Imam Hussein,” kata Mussawi, “bagi orang Syiah, ini (mengunjungi Karbala) seperti pahala 70 kali naik haji,” tambahnya.

Tak seperti Syukrullah, Nashirah, wanita asal Ahvaz, Iran, belum dapat menunaikan haji di Makkah dan memperkirakan perjalanan ke Karbala bisa menjadi kebiasaan bagi penganut Syiah.

“Di Iran, peziarah membayar untuk mendapatkan visa dan naik haji. Kami di Iran menunggu sangat lama bisa pergi. Bisa sampai 10 atau 15 tahun,” katanya. “Jadi saya bilang, ayo melakukan hari Arafah di Karbala,” kata Nashirah, merujuk kepada ibadah yang dilakukan ummat Syiah di hari Arafah yang jatuh pada hari ke dua ritual haji. “Jika kami di Karbala, ini adalah rumah Allah, maka tentu bisa dianggap haji bagi kami. Jadi, untuk beberapa tahun ke depan, kami akan pergi ke Karbala lagi – apa yang bisa kami lakukan?

Sementara itu, Kedutaan Besar Iran di Kuwait dan kantor urusan kepentingan Iran di Kairo berusaha mengklarifikasi pernyataan yang keluar, baik dari media maupun akademisi Sunni lainnya yang menyatakan bahwa Iran membuat tempat suci tandingan di Karbala.

“Tidak ada fatwa, yang dikeluarkan terkait penggantian ritual ziarah ke kuil Imam Hussein di Karbala untuk melakukan ritual haji di Makkah,” sebut pernyataan yang dikeluarkan Kedubes Iran di Kuwait, Rabu (14/9/2016). “Klaim demikian hanyalah dusta belaka.”

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa menurut tradisi Syiah, mengunjungi Karbala pada hari Arafah dianggap sebagai “amal baik”, bukan sebagai pengganti ritual haji.

Sebelum ini, stasiun televisi Indosiar memberitaan jamaah haji asal Iran ‘melakukan wukuf pada 9 Dzulhijjah’  di Karbala Iraq. Tayangan berita itu disiarkan pada Hari Senin, 12 September 2016 pada program acara Fokus Pagi.

“Pemerintah Arab Saudi melarang jamaah haji asal Iran melakukan ibadah di tanah suci Makkah sehingga mereka berziarah ke Karbala dan melakukan doa Arafah di kawasan Imam Husein,” sebut Indosiar.  

Penganut Syiah berkumpul di depan makam Imam Hussein di Karbala1
Penganut Syiah berkumpul di Karbala [ibTimes]
Namun rupanya, berita ini membuat reaksi kalangan Syiah.

“Tidak Fatwa yang memerintahkan pemindahan pelaksanaan ibadah haji ke makam Imam Hussein di Karbala sebagai pengganti di Makkah. Klaim seperti itu adalah bohong belaka,” kata pernyataan Kedutaan Iran di Kuwait sebagaimana dikutip laman pro Syiah, Satuislam.com.

Sementara itu, Ahmed Ali Ajiba, sekretaris jenderal Dewan Tertinggi Urusan Islam dikutip Arab News hari Senin (12/09/2016), mengatakan ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam, dan tempat dan waktunya telah ditentukan syariah.

Karena itu hal-hal sepeti itu sudah dimaklum di seluruh dunia Islam dan tidak boleh dilanggar dengan cara dan bentun apapun.*/Karina Chaffinch

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hajiHaji 2016karbalasyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kebesaran Jiwa Ulama dalam Mengakui Kesalahan
Tulisan selanjutnya Kalangan DPR Desak Aplikasi Homo Segera Ditutup

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Helikopter Mendarat Darurat di Laut Arab Satu Tentara Amerika Hilang

Berita
2 Juli 2026 16:34
Hamas Berharap Pasukan Internasional Jadi Penghalang Pelanggaran ‘Israel’ di Gaza
MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas
Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jelang Proses Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, Jenderal Garda Revolusi Keluar dari Persembunyian

Terbaru

  • Prosesi Pemakaman Dimulai Rakyat Iran Berkabung Meratapi Kematian Ayatullah Ali Khamenei
  • Euthanasia Mencakup Hampir 6 Persen Kematian di Belanda
  • UNESCO Mengakui Dondang Sayang hingga Silat sebagai Warisan Budaya Malaysia
  • Polemik Kajian BEM Psikologi UI Soal LGBT Berlanjut, Kampus Beri Klarifikasi
  • Pemerintah Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter dalam Perpres Pertahanan Negara
  • Jelang Proses Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, Jenderal Garda Revolusi Keluar dari Persembunyian
  • Sindikat Pakistan Selundupkan Plasenta Manusia untuk Injeksi Anti Penuaan
  • Otoritas Eropa Masih Imbau Maskapai Penerbangan Hindari Wilayah Udara Iran dan Timur Tengah
  • Dihantam Rudal di Selat Hormuz Kapal Kontainer CMA CGM akan Jadi Besi Rongsokan
  • Dua Pria Rumania Dibui karena Menikam Jurnalis Iran di London atas Suruhan Teheran

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?