Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Aparat Keamanan Thailand Tembak Mati Empat Muslim yang Tak Bersenjata

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 September 2016 08:41 8:41 am
Ama Farah
Dipublikasikan 16 September 2016 08:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebuah pemeriksaan   di Thailand baru-baru ini menemukan anggota keamanan negara itu telah menembak mati empat orang Islam yang tidak bersenjata di wilayah selatan negara itu, kata seorang pengacara pada Rabu.

Hasil pemeriksaan   itu dianggap suatu keputusan bersejarah yang dapat menyebabkan penuntutan pejabat pemerintah, demikian lapor AFP.

Selama ini, tidak pernah seorangpun anggota keamanan Thailand yang dihukum akibat melakukan pembunuhan atau penyiksaan di selatan negara itu, meskipun sudah ada banyak tuduhan penyalahgunaan kekuasaan di seluruh wilayah itu.

Sejak tahun 2004, sejumlah 6.500 orang tewas dalam konflik yang tidak berkesudahan di selatan Thailand.

Mayoritas yang tewas adalah warga sipil, dibunuh oleh apakah separatis ataupun dalam serbuan pasukan keamanan Thailand.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dua orang desa dan dua siswa telah ditembak mati pada 25 Maret tahun lalu dalam sebuah serangan di desa Ban To Cut di Pattani.

Pasukan keamanan yang menerima informasi dari satu sumber, telah melepaskan tembakan ke atas satu kelompok yang kemudian menuduh anggota teroris.

Pada awalnya, pemerintah mengklaim kelompok yang ditembak itu adalah faksi pemberontak yang bersenjata namun tim penyidik yang didirikan menemukan dakwaan itu tidak benar – mereka hanyalah empat orang sipil yang tidak bersenjata.

Pemeriksaan   pada Rabu di pengadilan Pattani menemukan semua korban ‘tewas ditembak oleh anggota militer dan polisi sewaktu serbuan’, ujar pengacara dari Pusat Hukum Islam, Abdulha Awaerputae, yang mewakili keluarga korban.

Beberapa minggu setelah kejadian itu, polisi Thailand menyatakan tujuh anggota keamanan itu akan didakwa akibat membunuh, namun setelah lebih setahun, tidak ada penuntutan dilakukan.

Banyak pihak yang berpihak keluarga korban berharap keputusan di pengadilan itu akan akhirnya menyaksikan tuntutan pidana dilakukan pada anggota keamanan Thailand.

“Sayangnya, ini bukan hal yang luar biasa. Kami pernah mengelola kasus serupa sebelumnya. Namun pada akhirnya, pejabat pemerintah itu terlepas hukuman,” kata Pornpen Khongkachonkiet dari Amnesty International Thailand dikutip laman channelnewsasia.com, Rabu (14/09/2016).

Tambahnya, orang Islam di selatan Thailand berpendapat ‘tidak ada yang berubah sejak ‘tragedi berdarah Tak Bai’, mengacu pada konflik yang menyebabkan pembunuhan sekitar 84 orang Muslim oleh pemerintah Thailand pada tahun 2004.

Sebagaimana diketahui, 84 Muslimin di Tak Bai, Provinsi Narathiwat, Thailand, mati lemas dan beberapa lehernya patah ketika hampir 1.300 orang dijejalkan ke dalam kendaraan-kendaraan selama sekitar enam jam. Mereka ditahan setelah pasukan keamanan menggunakan tembakan gas air mata, air, dan tembakan senjata dalam upaya membubarkan para pemrotes di wilayah Selatan yang mayoritas Muslim.

Dunia Kecam Thailand atas Kasus Kematian Muslim di Tak Bai

Senin (26/10/2004), sekitar 2.000-3.000 Muslim di Tak Bai melakukan aksi demonstrasi di depan kantor polisi setempat. Mereka memprotes atas penahanan enam rekan mereka yang dituduh menjual senjata kepada pejuang Muslim di Thailand Selatan. Mereka menuntut keenamnya dibebaskan.

Petugas keamanan yang terdiri atas polisi dan tentara mencoba membubarkan para demonstran yang terus berteriak-teriak. Namun, mereka bukannya membubarkan diri. Malah, jumlah para demonstran bertambah banyak.

Aparat pun kehilangan kesabaran dan mulai menembaki para demonstran dengan gas air mata, senjata api, dan senjata air. Militer Thailand juga menangkapi para demonstran dan memasukkannya ke dalam enam truk yang sudah disiapkan untuk dibawa ke kamp militer Inkayuth Bariharn, Pattani.

Saat diangkut, sebanyak 1.300 tawanan itu ditumpuk-tumpukkan dengan tangan terikat ke atas. Perjalanan itu sendiri memakan waktu empat sampai lima jam. Dalam perjalanan, sebanyak 78 Muslim tewas akibat tubuh mereka ditumpuk-tumpuk. Enam lainnya meninggal pada saat bentrokan dengan aparat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:aparat Thailanddiskriminasi Muslimkonflikselatan Thailandseparatis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anggota Parlemen Australia Protes Pidato Pauline Hanson Anti Islam
Tulisan selanjutnya IHH Turki Kirim Bantuan Daging Qurban 9000 Keluarga Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?