Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Seorang Kardinal Austria Peringatkan ‘Penaklukan Eropa’ oleh Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 September 2016 08:13 8:13 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 September 2016 08:11
Bagikan
Kardinal Christoph Schönborn
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang kardinal Katolik kandidat Paus memperingatkan bahwa Muslim ingin memusnahkan Kristen dan menaklukan Eropa.

Kardinal berkebangsaan Austria Christoph Schönborn memberi peringatan pada hari Ahas pada festival gereja “Holy Name of Mary“, yang pertama kali diadakan 333 tahun lalu untuk merayakan kemenangan atas Kekaisaran Ottoman atau Kesultanan Utsmaniyah pada Pertempuran Wina.

Sang Kardinal  juga mengklaim “banyak Muslim”  mencoba untuk menaklukkan Kristen Eropa.

Berdasarkan Keuskupan Agung Wina, kardinal itu mengatakan: “Akankah ada Islam menaklukan Eropa? Banyak Muslim yang menginginkan hal itu dan mengatakan: Eropa sudah pada akhirnya”

Dia meminta Tuhan untuk mengampuni Eropa dan memperlihatkan belas kasih pada penduduknya, yang dia katakan “sedang berada dalam bahaya karena kehilangan warisan Kristen kita”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Schönborn menjelaskan bahwa orang Eropa sudah dapat merasakan kehilangan itu, “tidak hanya secara ekonomi, tetapi di atas semuanya, permasalahan manusia dan agama,” ujarnya dikutip The Local,  Selasa (13/09/2016).

Perang MOHACS, Tawakkal dan Trauma Barat

Pernyataan kardinal itu datang di saat banyak tempat di sepanjang Austria merayakan perayaan ke 333 Pertempuran Wina. Selama pertempuran yang terjadi pada 11-12 September 1683, gabungan pasukan Kristen yang berhasil bertahan dari serangan 100.000 pasukan dari Kekaisaran Ottoman (Khilafah Utsmaniyah).

Pertempuran terjadi antara Kerajaan Habsburg, Persemakmuran Polandia-Lithuania dan Kekaisaran Roma melawan Kekaisaran Ottoman. Raja Polandia John III Sobieski yang terkenal memimpin pasukan gabungan tersebut.

Pasukan Ottoman telah memulai untuk menduduki Ibu Kota Austria Wina yang telah dipertahankan oleh 10.000 pasukan Habsburg ketika pasukan berkuda Polandia menyerang mereka dari belakang dan mengalahkan pasukan Turki tersebut – yang memaksa mereka untuk mundur.

Pertempuran itu seringkali dianggap sebagai titik balik sejarah, yang perlahan meruntuhkan Kekaisaran Ottoman.

Di Austria tidak hanya Gereja Katolik yang memperingati perayaan tersebut. Partai Kemerdekaan Austria yang beraliran sayap kiri yang kontroversial juga memperingati perayaan itu, menegaskan bahwa pentingnya mempertahankan “Dunia Barat” dari orang luar.

Perayaan itu diselenggarakan di Palais Ferstl Vienna (Wina), dan dibuka dengan pidato oleh Wakil Gubernur Johann Gudenus serta pemimpin Partai Kemerdekaan Heinz-Christian Strache, dan juga sejarawan dan profesor universitas Lothar Hobelt.

Peringatan itu dilakukan di saat meningkatnya tensi hubungan antara Austria dan Turki, negara Republik di mana Kekaisaran Ottoman pernah berjaya.

Setelah upaya kudeta yang gagal di Turki, Menteri Dalam Negeri Austria Sebastian Kurz memperingatkan bahwa dia akan menghentikan langkah apapun yang akan membawa Turki semakin dekat dalam bergabung ke Uni Eropa.

Kanselir Austria Christian Kern bahwa mengatakan: “Negosiasi keanggotaan (Uni Eropa) saat ini tidak lebih dari fiksi.”

Pernyataan itu menyebabkan Turki menarik dubesnya dari Austria dan menuduh negara itu karena mendukung terorisme dan sebagai pusat dari Islamophobia. Hubungan dua negara itu semakin memburuk sejak kejadian tersebut.

Kardinal itu telah seringkali masuk dalam daftar salah satu kandidat yang akan menggantikan posisi Paus, meskipun pada pemilihan sebelumnya dianggap terlalu muda.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Eropagerejaislam di eropakekhilafahan UstmaniyahTurkiUstmaniWina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KPAI Ajar Artis Indonesia Lindungi Anak dari Narkoba, PARFI Siap Tes Urine
Tulisan selanjutnya Diduga Membunuh dan Menipu Modus Gandakan Uang, Taat Pribadi Ditangkap Polisi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?