Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Paus Fransiskus Yakin Gereja Katolik Akan Selamanya Melarang Wanita Jadi Pendeta

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 November 2016 14:33 2:33 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 2 November 2016 14:24
Bagikan
Paus Fransiskus dan Cristina Fernandez de Kirchner.
Bagikan

 

Hidayatullah.com—Paus Fransiskus mengatakan dia yakin larangan wanita menjadi pendeta oleh Gereja Katolik akan bertahan lama, kemungkinan selamanya.

“Kata-kata terakhir sudah jelas dan diutarakan oleh Paus Paulus II, dan itu tetap berlaku,” kata Paus Fransiskus seperti dilansir Deutsche Welle Selasa (1/11/2016).

Pada tahun 1994 dalam surat apostoliknya, Paus Paulus II menyatakan bahwa “gereja tidak memiliki kewenangan atau sejenisnya untuk memberkati pentahbisan kependetaan atas wanita dan bahwa ketetapan ini akan dipegang teguh oleh seluruh pengikut gereja.”

Gereja Katolik melarang pentahbisan perempuan karena menurut keyakinannya Yesus hanya memilih laki-laki sebagai muridnya. Namun, para pihak yang mendukung wanita bisa menjadi pendeta mengatakan bahwa Yesus, tokoh sentral dari agama mereka, hanya mengikuti norma yang berlaku dalam masyarakat kala itu. Aktivis kesetaraan gender mengatakan, kekurangan jumlah pendeta yang terjadi di berbagai belahan dunia saat ini bisa saja mendorong Paus di masa mendatang untuk membatalkan keputusan Paus Paulus II itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Bulan Agustus lalu, Paus Fransiskus membentuk sebuah komite guna mengkaji peran diaken wanita di era-era awal Kristen, sehingga menimbulkan harapan di kalangan aktivis kesetaraan bahwa perempuan suatu hari nanti bisa memiliki suara lebih besar di Gereja Katolik yang mengklaim memiliki 1,2 miliar pengikut di seluruh dunia itu.

Meskipun diaken wanita tidak bisa memimpin misa, mereka diperbolehkan berceramah, mengajar dan melakukan pembaptisan, serta seremoni kebangkitan dan pemakaman.

Hari Senin kemarin Paus Fransiskus tiba di stadion utama di kota Malmo, Swedia, guna memperingatai All Saints’ Day, harinya orang-orang kudus di kalangan Kristen.

Di hari yang sama, Paus Fransiskus di Katedral Lund mengikuti acara mengenang Reformasi, kejadian yang menandai lahirnya Kristen Katolik dan Kristen Protestan.

Sekitar 64 persen dari 9,9 juta populasi Swedia adalah pengikut Gereja Lutheran, yang namanya diambil dari nama pastur Jerman yang berani bersuara menentang sejumlah peraturan yang diterapkan otoritas Kristen di Roma, Martin Luther. Pemikiran-pemikiran pakar teologi itulah yang mengilhami munculnya gerakan Reformasi (gereja) dan aliran Protestan, berikut aliran-aliran lainnya. Gereja Lutheran di Swedia saat ini dipimpin oleh seorang wanita.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengajar pun Sambil Berdzikir
Tulisan selanjutnya Muncul Kabar Pemblokiran Media Islam dan Penghambatan Massa dari Daerah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Berita
13 Juli 2026 06:04
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?