Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kaum Kasta Terendah India Lebih Aman Peluk Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 November 2016 22:43 10:43 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 November 2016 22:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Akibat tidak tahan dengan diskriminasi dan kemiskinan yang membelenggu kehidupan mereka, beberapa golongan kasta terendah di India, Dalit, memilih memeluk agama lain, termasuk Islam.

Mereka, yang asalnya beragama Hindu, memilih untuk memeluk agama Islam, Kristen, Buddha atau Sikh untuk membebaskan diri dari sistem kasta dan sehingga mereka dapat diterima dalam masyarakat.

Kenyataan ini diungkapkan Aljazeera dalam sebuah film  berjudul ‘Muslim Dalit di India’.

Menurut Aljazeera, meskipun sistem kasta Hindu sudah dihapuskan dari konstitusi pada 1950, warisannya masih memberi efek mendalam pada masyarakat kontemporer India.

Penganut Hindu membentuk sekitar 84 persen dari penduduk India sebanyak 1,2 miliar, dan mereka masih terpengaruh oleh sistem yang terdiri dari empat kasta utama itu;  Brahmana (para biksu dan akademik), Kshatriya (kasta prajurit), Vaishya (masyarakat bisnis) dan Shudra (para buruh).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Golongan lain, termasuk kaum Dalit, tidak termasuk dalam keempat kasta itu, dan Dalit dianggap berpangkat paling rendah dalam sistem itu.

Secara tradisi, kaum Dalit mengambil pekerjaan yang dianggap tidak suci, seperti mengumpulkan sampah, tukang sapu jalan, membakar mayat dan membuang kotoran.

Rakesh, yang tergolong dalam kasta dhobi  (tukang cuci pakaian), antara mereka yang sudah memeluk agama Islam. Dia sudah berubah nama menjadi Ali Kanojia.

Mr Ali memberitahu Aljazeera bahwa ia rasa terganggu setiap kali harus memperkenalkan dirinya karena orang akan bertanya beliau tentang nama keluarganya, dan ini sekaligus akan mengungkapkan kastanya.

“Saya beritahu mereka nama saya Rakesh. Mereka tanya, ‘Rakesh apa?’ Mereka biasanya akan bertanya begitu di rumah umat Hindu, “katanya kepada Aljazeera Sabtu (12/11/2016).

Hadapi Diskriminadi karena Islam

Sayangnya, banyak kaum Dalit yang memeluk agama lain tetap mengalami diskriminasi akibat agama baru yang dianut mereka.

Bahkan, menurut Aljazeera, banyak menerima tantangan bahkan juga berhadapan dengan kekerasan oleh keluarga atau masyarakat mereka sendiri.

“Bukan mudah untuk memeluk agama Islam. Mereka (keluarga saya) mengatakan ia tidak patut dilakukan. Saya tanya, mengapa? Mereka kata sebabnya, orang Islam memiliki reputasi tidak baik,” kata Mr Ali Kanojia.

Seorang lagi mualaf, Abdulrahman Bharti, mengatakan kepada Aljazeera ia nyaris tewas setelah ditembak di dada dan kaki hanya karena memeluk agama Islam.

“Saya ditembak oleh orang-orang dari suku Sawar. Ketika seseorang memeluk agama lain, agama baru itu akan menyambut alukannya, tetapi orang-orang dari agama lama akan mencoba menghalanginya dari memeluk agama lain. Jika mereka tidak berhasil, mereka akan mencoba membunuhnya. Inilah yang terjadi pada saya, “kata Mr Abdulrahman kepada Aljazeera.

Menurut Aljazeera, setelah mencapai kemerdekaan pada 1947, pemerintah India memperkenalkan sistem untuk melindungi kelompok-kelompok kasta rendah, namun tidak semua meraih manfaat yang sama.

Sistem di bawah Akta Spesialisasi itu mengkhususkan pekerjaan-pekerjaan, kesempatan pendidikan dan pewakilan politik bagi kelompok-kelompok sosial dan agama yang berbeda.

Susah mencari Kerja

Namun, Direktur Human Rights Watch untuk Asia Tenggara Meenakshi Ganguly, memberitahu Aljazeera perlindungan itu tidak diberikan kepada penganut Kristen dan Islam.

“Jadi apa yang terjadi adalah, mereka dikeluarkan dari sistem itu,” katanya.

Misalnya, Mr Ali Kanojia tidak berhasil mendapatkan pekerjaan pemerintah.

“Jika Anda tidak ada sertifikat kasta rendah, Anda tidak akan dapat pekerjaan yang dikhususkan. Saya tidak memiliki sertifikat itu. Orang tua saya buta huruf dan tidak memahami hal ini semua .. saya tidak berhasil dapatkan pekerjaan di mana-mana,” kata dia kepada Aljazeera.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BrahmanaDalitIndiakastaKshatriyamemeluk Islampenganut HinduShudraVaishya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gambar Satelit Jelaskan Lebih 400 Bangunan di Tiga Desa Etnis Rohingya Dibakar
Tulisan selanjutnya MUI Sampaikan Surat ke Grand Al Azhar terkait Rencana Syeikh Amru jadi Saksi Ahok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?