Hidayatullah.com—Perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) hari Senin siang bersilaturrahmi ke Duta Besar Mesir untuk Indonesia guna menyampaikan surat kepada Grand Syeikh al Azhar terkait rencana kedatangan Syaikh Amru Wardani yang dihadirkan menjadi saksi kasus penistaan agama dari kubu Gubernur (non aktif) Basuki Thahaja Purnama alias Ahok.
“Kedatangan kami minta agar lembaga fatwa Mesir tidak perlu campur tangan dalam urusan internal Indonesia dan saling menghargai,” ujar Sekertaris Komisi Dakwah MUI Pusat, Fahmi Salim Zubair, MA kepada hidayatullah.com, Senin siang (14/11/2016).
Pihak MUI diwakili KH. Muhyidin Junaidi (Ketua MUI bidang luar negeri), Fahmi Salim (Sekertaris Komisi Dakwah MUI) dan satu anggota komisi luar negeri.
Perwakilan MUI diterima Duta Besar Mesir untuk Indonesia, Ahmed Amr Ahmed Moawad tepat pukul 11.00-12.00 WIB.
Menurut Fahmi Salim, silaturahmi berlangsung hangat bahkan mendapat respon Duta Besar Mesir untuk Indonesia, Ahmed Amr Ahmed Moawad secara baik.
“Respon Dubes sangat baik dan sigap berjanji menyampaikan pada Syeikh Azhar demi hubungan baik MUI dan Al-Azhar,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, berita rencana kehadiran Syeikh Musthofa Amru Wardani yang didatangkan oleh kelompok dekat dengan partai penguasa untuk menjadi saksi meringankan Ahok menuai kegaduhan sosial dan keagamaan di Indonesia.
Dalam suratnya yang dikirim ke Syeikhul Azhar, MUI kehadiran Syeikh Musthofa Amru Wardani telah dimanfaatkan pihak-pihak tertentu yang akan memecah hubungan Indonesia dengan Mesir.
“Bahwasaannya kunjungan tersebut bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu, baik dari dalam maupun luar untuk membuat buruk hubungan istimewa antara dua negara yang merupakan saudara kandung, baik rakyat maupun pemerintahnya,” demikian bunyi surat MUI.
Dalam sebuah media, Ketua bidang luar negeri MUI Pusat KH Muhyiddin Junaidi mengatakan, Syeikh Musthafa Amr Wardani dia tidak tahu menahu soal kasus penistaan agama di Indonesia maupun Aksi Damai Bela Quran Jumat 4 November 2016 lalu.
“Mudah-mudahan tidak ada lagi kelompok tertentu yang mencoba mendatangkan ulama dari negara asing yang berusaha mendelegitimasi otoritas MUI,” tandas Muhyiddin.
Sampai berita ini diturunkan telah beredar kabar Grand Syeikh Al Azhar telah memanggil pulang Syeikh Amru Wardani dengan sesegera mungkin dan tidak ikut mencampuri urusan dalam negeri Indonesia.*