Hidayatullah.com—Senator John McCain hari kamis (16/11/2017) memperingatkan Presiden Donald Trump agar tidak lagi mencalonkan tokoh-tokoh dari kalangan industri alat pertahanan untuk menduduki jabatan di Pentagon, seiring dengan tugas komitenya yang sedang menanyai eksekutif Lockheed Martin Corp tentang potensi konflik kepentingan jika menjabat di Departemen Pertahanan Amerika Serikat.
Kekhawatiran perihal hubungan akrab antara Departemen Pertahanan dengan perusahaan-perusahaan pembuat senjata sudah ada sejak puluhan tahun silam, tetapi semakin menguat di era pemerintahan Trump sekarang ini. Trump banyak memasukkan eksekutif perusahaan raksasa dari berbagai bidang untuk memegang jabatan di lembaga pemerintahan. Ambil contoh terbaru, pekan ini bekas eksekutif perusahaan farmasi dan pelobi Alex Azar menjadi menteri kesehatan dan pelayanan kemanusiaan.
McCain, ketua komisi urusan alat pertahanan di Senat AS, mengatakan dia merasa ada masalah dengan banyaknya calon pejabat Pentagon yang berasal dari kalangan industri pertahanan. Politisi senior itu mengatakan akan menentang pencalonan apapun yang semacam itu setelah John Rood, orang pilihan Trump untuk menduduki kursi paling penting ke-3 di Pentagon, yang menghadap komite di senat hari Kamis kemarin.
Rood menghadapi kesulitan saat ditanyai oleh anggota Senat AS perihal pencalonannya untuk menduduki kursi wakil menteri pertahanan urusan kebijakan. Sebagai seorang wakil presiden senior di Lockheed Martin, tugas Rood adalah memperluas bisnis internasional, dengan demikian berpotensi besar ada konflik kepentingan.
Dalam pertemuan itu, McCain mengatakan kepada Rood agar menjawab pertanyaan-pertanyaan komisi dalam bentuk tertulis, sebab “sudah pasti Anda akan merunduk jika menjawabnya sekarang di sini.”
Pentagon mengatakan saat ini ada 38 posisi kosong yang perlu diisi oleh orang dari kalangan sipil untuk ikut mengurus masalah pertahanan AS. Semua orang yang akan mengisi posisi itu harus mendapatkan persetujuan senat. Saat ini sedikitnya 23 nama sudah diajukan ke senat.
Meskipun McCain terdengar khawatir dengan orang-orang yang akan mengisi jabatan di Departemen Pertahanan AS, tidak jelas apakah dia akan menolak semua nama yang sudah masuk tersebut, lapor Reuters.*