Hidayatullah.com—Pimpinan eksekustif perusahaan jeans Levi Strauss & Co hari Rabu (30/11/2016) dalam surat terbuka meminta agar konsumen tidak membawa senjata-senjata api ke dalam tokonya, sebab akan membuat pelayan dan pengungjung lainnya merasa tidak nyaman.
Dalam surat terbuka yang dimuat di media sosial Linkedln, CEO Levi’s Chip Bergh mengatakan dia menghormati hak kepemilikan senjata api, yang dilindungi oleh Amandemen Kedua Konstitusi Amerika Serikat, tetapi menilai toko pakaian bukanlah tempat yang cocok untuk membawa senjata tersebut, lapor Reuters.
“Intinya begini: Anda jadi tidak perlu khawatir mengenai keselamatan diri saat berbelanja pakaian atau mencoba celana jeans. Singkatnya, senjata api tidak cocok dengan kondisi demikian,” kata Bergh.
Bergh, yang menggambarkan dirinya sebagai seorang bekas anggota militer dan ayah, mengatakan bahwa senjata api yang dibawa pelanggan ke salah satu tokonya belum lama ini tiba-tiba tanpa terduga meletus dan melukai pembawanya.
Dia juga mencatat bahwa perusahaan, yang jejaknya bisa dilacak hingga ke sejarah koboi-koboi American West di abad ke-19 itu, juga memiliki sejumlah toko di Orlando, di mana seorang pria pada Juni lalu membunuh 49 orang dengan senapan serbu dalam salah satu peristiwa paling mematikan sepanjang sejarah AS modern.
Menyadari betapa sensitifnya masalah kepemilikan senjata api di Amerika Serikat, bos perusahaan pakaian jeans berusia 163 tahun itu mengatakan tidak akan memberlakukan larangan membawa senpi di tokonya. Namun, dia mengimbau para “pemilik senjata api yang bijak” untuk menyimpan saja barang itu di rumah.
Sebelum Levi’s, banyak perusahaan ritel lain di Amerika Serikat, seperti Target Corp, Sonic dan Chili’s, sudah mengimbau agar konsumen tidak membawa senjata api ke toko mereka.
Jaringan restoran Meksiko, Chipotle Mexican Grill, pada tahun 2014 dihujani kecaman oleh para pendukung kepemilikan senjata api setelah pihak perusahaan melarang pelanggan membawa senpi ke restorannya. Larangan itu menyulut aksi unjuk rasa di salah satu cabangnya di Texas, negara bagian AS yang identik dengan sejarah dar-der-dor koboi Amerika.*