Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pentagon: China akan Mengembalikan Drone Laut Milik Amerika yang Disita di Laut China Selatan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Desember 2016 07:03 7:03 am
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Desember 2016 07:03
Bagikan
Drone laut milik Amerika Serikat disita China di Laut China Selatan.
Bagikan

Hidayatullah.com—Pentagon mengatakan pihaknya sudah berhasil mendapatkan kesepahaman dengan China yang akan mengembalikan drone bawah air milik Amerika Serikat yang disita di Laut China Selatan.

China menciduk kendaraan tanpa awak itu di perairan internasional hari Kamis lalu (15/12/2016). Pemerintah Beijing tidak menjelaskan mengapa drone tersebut disita dan menuding Amerika Serikat “membesar-besarkan” insiden tersebut.

Pentagon mengatakan bahwa drone laut tesebut, yang dikenal sebagai unmanned underwater vehicle (UUV), digunakan untuk melakukan riset ilmiah ketika diciduk dan menuntut agar benda itu dikembalikan segera. Pentagon juga memperingatkan China agar tidak mengulangi tindakan semacam itu di masa depan.

Namun, pada hari Sabtu (17/12/2016) seorang juru bicara kemudian mengatakan bahwa sebuah kesepakatan telah dicapai.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Melalui hubungan langsung dengan otoritas China, kami berhasil mencapai kesepahaman bahwa China akan mengembalikan UUV itu kepada Amerika Serikat,” kata jubir Pentagon Peter Cook dalam sebuah pernyataan seperti dilansir BBC.

Kementerian Pertahanan China mengatakan kendaraan tak berawak itu akan dikembalikan dalam “kondisi yang tepat”. Tidak jelas kapan penyerahan barang tersebut akan dilakukan.

Sebuah kapal Angkatan Laut China menyita UUV di perairan 92 kilometer barat daya Subic Bay, dekat Filipina di Laut China Selatan hari Kamis pekan lalu.

Alat itu kemudian diambil dan diperiksa guna menjaga keselamatan kendaraan-kendaraan laut yang melintasi kawasan itu, kata Kementerian Pertahanan China dalam sebuah pernyataannya.

Amerika Serikat mengatakan drone itu dioperasikan oleh kontraktor sipil dan akan ditarik kembali oleh USNS Bowditch, sebuah kapal riset kelautan.

Washington kemudian melayangkan keluhan diplomatik ke China soal insiden itu.

Senator Ben Cardin, petinggi Partai Demokrat di Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, menyebut peryitaan itu sebagai “pelanggaran hukum internasional luar biasa”, sementara senator senior Partai Republik John Cain mengatakan AS seharusnya tidak mentoleransi “tindakan keterlaluan semacam itu”.

Tiongkok sebelumnya mengkritik sikap reaktif Amerika Serikat, yang disebutnya “tidak pantas dan tidak membantu”.

Kritik Beijing itu diutarakan beberapa jam setelah Donald Trump berkicau di Twitter dengan menuduh pemerintah China mencuri drone air milik Amerika Serikat. Trump juga mengundang hujan kritik di dunia maya karena dalam kecamannya salah mengeja kata unprecedented, kesalahan teranyar dari rangkaian kesahalan yang kerap dilakukannya di Twitter. Pengusaha yang memasuki dunia pemerintahan dengan pengalaman politik nol itu sekarang sudah memperbaiki ketikannya tersebut.

Trump sebelum insiden itu sudah membuat China naik pitam dengan berbicara lewat telepon awal bulan ini dengan pemimpin Taiwan, wilayah pulau yang ingin memisahkan diri dari China.

Para pengamat mengatakan penyitaan itu merupakan insiden paling signifikan antara kedua negara sejak 2001, ketika terjadi tabrakan di udara pesawat pengintai AL Amerika Serikat dengan jet tempur China yang mengakibatkan kematian pilot China.

China mengklaim sebagian wilayah di Laut China Selatan sebagai teritorinya, tetapi klaim itu diperselisihkan. Tidak jelas apakah lokasi di mana drone itu disita termasuk wilayah yang diklaim China.

Sebuah wadah pemikir AS beberapa hari lalu melaporkan bahwa citra satelit menunjukkan China telah memasang sejumlah persenjataan di tujuh pulau buatannya di Laut China Selatan, meskipun Washington memprotes hal tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya
Tulisan selanjutnya Sedekah 200 Dirham Dapat 2000 Dirham

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?