Hidayatullah.com–Kebencian terhadap Islam masih terus terjadi di Barat. Belum lama ini, seorang wanita di Inggris diserang hanya karena berhijab.
Musibah terjadi saat wanita itu sedang berjalan sendirian di sebuah pusat perbelanjaan di Chingford, London Timur.
Wanita berusia 20 tahun itu dilaporkan diseret oleh dua pria dan menyerangnya.
Berdasarkan laporan polisi, dua remaja pria tidak dikenal itu menghampiri korban dan menarik hijabnya.
“Tersangka diidentifikasi sebagai pria kulit putih, berusia 17 sampai 19 tahun. Mereka memakai pakaian serba hitam, “kata laporan tersebut.
Saksi mengatakan kepada Evening Standard korban tergeletak di trotoar selama hampir 20 menit setelah serangan, sebelum kemudian memanggil polisi dan lemas ke restoran Turki di dekatnya dibantu staf restoran.
Koksal Zeyek (40), pemilik Fes Restoran di Old Church Road, mengatakan stafnya pertama kali melihat wanita duduk di luar.
Sopir Taksi Laporkan Anggota Partai Jerman atas Tindakan Islamophobia
Laporan menyebutkan, kasus-kasus kebencian setelah referendum di Inggris bulan Juli lalu yang hasilnya memutuskan Inggris keluar dari organisasi kerja sama regional Uni Eropa, yang juga dikenal dengan Brexit.
Statistik yang dikeluarkan Dewan Kepala Polisi Nasional Inggris Raya, menunjukkan kejadian dilaporkan meningkat hingga 58 persen dalam minggu berikut setelah Brexit 23 Juni lalu dan tetap tinggi sepanjang tahun.
Kelompok anti-Islamofobia Inggris Tell MAMA, menggambarkan kejadian terbaru itu sebagai ‘hal buruk’ dan mengatakan wanita yang menjadi target dalam serangan terhadap umat Islam ini.
Serangan Islamophobia Meningkat 6 Kali Lipat Pasca Serangan Paris
Menurut Tell MAMA kenaikan kasus kebencian tersebut adalah salah satu yang terbesar yang pernah dicatat. Hanya tujuh hari setelah referendum tercatat 189 insiden rasisme, kebencian, dan anti-Muslim.
Kampanye NO2H8 akan mendorong anggota komunitas Muslim di Inggris melaporkan insiden yang mereka alami baik di internet maupun dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin orang-orang tak berpangku tangan, kami ingin orang berani dan bertindak jika ada kasus kebencian,” demikian pernyataan yang dikeluarkan Tell MAMA.*