Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika Kerahkan Ratusan Marinir Bersenjata Lengkap ke Suriah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Maret 2017 12:21 12:21 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Maret 2017 11:38
Bagikan
Pasukan Marinir Amerika Serikat.
Bagikan

Hidayatullah.com—Beberapa ratus marinir Amerika Serikat dikerahkan ke Suriah. Mereka dibelkali dengan persenjataan lengkap, sebagai bagian dari persiapan pertempuran melawan ISIS di markas besarnya di Raqqa, kata seorang jubir Pentagon.

Pasukan marinir Amerika itu mempersiapkan howitzer-howitzer yang akan membantu pasukan-pasukan di Suriah dalam peperangan melawan ISIS, kata seorang pejabat AS yang berbicara secara anonim sebab tidak berwenang membicarakan soal pengerahan pasukan ke publik kepada Associated Press hari Rabu (8/3/2017), seperti dilansir Aljazeera.

Howitzer adalah jenis meriam arteleri yang memiliki daya penghancur besar. Kelebihan howitzer dibanding senjata meriam lain adalah kemampuan sudut bidiknya yang tinggi dan mudah dipindah-pindahkan dan bisa bergerak sendiri.

Pengerahan marinir itu sifatnya sementara. Namun, hal tersebut bisa menjadi indikasi bahwa Gedung Putih memberikan keleluasaan lebih besar kepada Pentagon untuk membuat keputusan tempur rutin dalam peperangan melawan ISIS alias ISIL alias Daesh.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di masa pemerintahan Obama, komandan-komandan militer merasa frustasi sebab hanya diberi kewenangan sedikit dalam membuat keputusan sehari-hari perihal cara terbaik dalam menghadapi musuh.

Sebagai tambahan dari pengerahan ratusan marinir itu, Amerika Serikat sedang mempersiapkan pengiriman hingga 1.000 serdadunya ke Kuwait, yang disiagakan untuk membantu peperangan melawan ISIS jika diperlukan, kata para pejabat AS.

Pendukung kebijakan itu mengatakan bahwa hal tersebut akan memberikan fleksibilitas lebih besar kepada para komandan AS, sehingga bisa bergerak cepat dalam menghadapi tantangan di medan tempur.

Berdasarkan keputusan yang dibuat pemerintah Obama, militer Amerika Serikat hanya diperbolehkan mengerahkan paling banyak 500 personel ke Suriah. Namun, jumlah itu tidak termasuk pengiriman personel militer yang sifatnya sementara.

Bulan lalu, para pejabat di Pentagon mengirimkan ke Gedung Putih rencana baru untuk mengalahkan ISIS. Isinya antara lain berupa strategi perang, yang kemungkinan akan meningkatkan jumlah pasukan AS yang dikirim ke Suriah, guna membantu kelompok-kelompok di Suriah menghancurkan ISIS di Raqqa, markas besar kelompok ISIS.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kak Sinyo: Indonesia Dianggap Darurat Pedofilia
Tulisan selanjutnya Optimalkan Zakat, Pemkot Depok Selenggarakan BIMTEK

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Berita
2 September 2026 20:14
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?