Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Para Menlu Uni Eropa: Bashar Assad Seharusnya Tidak Boleh Berkuasa Lagi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 April 2017 11:20 11:20 am
Ama Farah
Dipublikasikan 4 April 2017 11:19
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Para menteri negara anggora Uni Eropa mengatakan bahwa Presiden Suriah Bashar Al-Assad seharusnya tidak diberikan lagi peran di negaranya pascakonflik di masa mendatang. Pernyataan itu menyusul perubahan sikap Washington, yang mengatakan penggusuran Assad dari kekuasaan bukanlah prioritas.

Hari Senin (3/4/2017) menjelang pertemuan di Luxembourg, para menteri luar negeri Uni Eropa mengatakan mereka melihat tidak ada masa depan bagi Presiden Bashar Al-Assad pascakonflik di Suriah. Pernyataan itu dimunculkan setelah Amerika Serikat mengatakan pendekatannya untuk mewujudkan perdamaian di kawasan itu akan berubah, lapor Deutsche Welle.

Meskipun baik AS maupun UE sebelumnya berulang kali menuntut Assad turun dari jabatannya, sebagai syarat dari perundingan damai, pekan lalu Washington mengisyaratkan bahwa pengunduran Assad tidak lagi menjadi prioritas. Amerika Serikat akan lebih mengkonsentrasikan sumber dayanya untuk memerangi “jihadis” seperti ISIS alias Daesh, kata Dubes AS untuk PBB di New York Nikki Haley.

Akan tetapi, Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini mengatakan dia meyakini “mustahil” kembali ke status quo di Suriah setelah kesepakatan untuk mengembalikan perdamaian di negara itu tercapai.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kelihatannya sama sekali tidak realistis untuk meyakini bahwa Suriah di masa datang akan sama persis seperti di masa lalu,” kata Mogherini setibanya di pertemuan menteri-menteri luar negeri Uni Eropa.

Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel mengatakan perubahan sikap AS itu bisa jadi “lebih realistis.” Sementara Gabriel mengatakan tidak menuntut Assad untuk mengundurkan diri sejak awal akan mengurangi resiko deadlock, dia juga memperingatkan AS bahwa pemimpin Suriah itu harus menanggung kejahatan-kejahatan yang telah dilakukannya.

“Namun, ada satu hal yang tidak bisa terjadi – yaitu seorang diktator yang melakukan kejahatan keji di kawasan itu tetap tidak tersentuh [hukum],” kata Gabriel.

Perundingan-perundingan damai yang disponsori PBB harus berlanjut dengan tujuan menciptakan “konsititusi baru, pemilu dan pemerintahan baru dan demokratis,” imbuh Gabriel. “Ini tidak bisa diabaikan atau disepelekan dengan konflik melawan Islamic State (ISIS/Daesh).”

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault mengatakan negaranya tidak membayangkan Suriah yang baru dan damai akan dipimpin oleh Assad.

Hari Selasa (4/4/2017) ini Mogherini dan PBB akan memimpin konferensi dua hari tentang masa depan Suriah. Pertemuan itu memfokuskan pada situasi kemanusiaan di negara itu setelah hampir tujuh tahun mengalami peperangan, yang telah merenggut nyawa lebih dari 320.000 orang dan menyebabkan setengah penduduknya terlunta-lunta dan menjadi pengungsi di berbagai negara dan benua.

Sementara upaya-upaya internasional terus mencari solusi untuk mewujudkan perdamaian, Mogrherini menekankan bahwa hasil politis apapun nantinya tetap tergantung pada rakyat Suriah.

“Ini harus diputuskan oleh rakyat Suriah sendiri, itu sudah pasti,” kata Mogherini. “Solusi apapun yang bisa diterima oleh seluruh rakyat Suriah, maka kami akan mendukungnya,” imbuh wanita itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bersegera Mempersiapkan Kehidupan Lebih Baik di Akhirat
Tulisan selanjutnya Advokat Muslim akan Lawan ‘Kriminalisasi’ Berdalih Makar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?