Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ratusan Tahanan Imigrasi di Washington Mogok Makan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 April 2017 09:58 9:58 am
Ama Farah
Dipublikasikan 12 April 2017 09:58
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Ratusan migran yang berada di detensi imigrasi negara bagian Washington, Amerika Serikat, mulai melakukan aksi mogok makan dalam rangka memprotes kondisi dan fasilitas yang ada serta penundaan sidang imigrasi mereka, kata para aktivis hari Selasa (11/4/2017).

Sekelompok migran, sekitar 100 penghuni detensi migrasi di Northwest Detention Center di Tacoma, hari Senin menolak makan siang yang diberikan. Sementara 300 orang lainnya menyusul melakukan aksi yang sama pada malam hari dan pagi keesokan harinya. Demikian menurut Maru Mora Villalpando, seorang aktivis yang melakukan kontak dengan mereka, lapor Reuters.

Fasilitas penampungan bagi migran yang menunggu sidang atau deportasi setelah ditangkap oleh petugas US Immigration and Customs Enforcement (ICE) itu memiliki 1.575 tempat tidur.

Ratusan migran di berbagai pusat detensi federal yang tersebar di berbagai negara bagian AS telah melakukan aksi mogok makan beberapa tahun terakhir, menyeru perbaikan kondisi tempat mereka dikurung atau menuntut dibebaskan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Beberapa tuntutan yang diajukan para pelaku aksi mogok makan di Tacoma termasuk percepatan proses hukum dan perbaikan kualitas makanan, menurut sebuah pernyataan dari Northwest Detention Center Resistance, kelompok sukarelawan yang didirikan oleh Villalpando yang sudah berpengalaman bekerja dengan fasilitas detensi sejak adanya aksi mogok serupa di tahun 2014.

Sebagian tahanan imigrasi kehilangan dokumen-dokumen legalnya saat mereka secara paksa dan terburu-buru dipindahkan ke luar negara bagian, sementara menunggu proses sidang selama berbulan-bulan, kata Villalpando.

Jurbir ICE Seattle, Rose Richeson, mengatakan pihaknya mengetahui situasi di Tacoma, tetapi menyatakan bahwa aksi itu belum akan dianggap sebagai mogok makan berdasarkan pedoman ICE sampai sedikitnya berlangsung selama 72 jam.

“Saat ini yang dilakukan oleh para tahanan lebih pada penolakan jatah makan,” kata Richeson dalam wawancara lewat telepon dengan Reuters.

Menurut buku pedoman operasional ICE, tahanan yang sudah melewati masa 72 jam bisa diisolasi dan nantinya akan mendapatkan perawatan medis atas perintah pengadilan.

Richeson menolak berkomentar perihal tuntutan para migran tersebut.

Geo Group Inc, perusahaan swasta pengelola fasilitas tahanan imigrasi di Tacoma dan sejumlah penjara dan pusat detensi yang terletak di berbagai negara bagian AS lainnya, hari Selasa menolak memberikan komentar perihal situasi tersebut, merujuk pada pemeriksaan yang sedang dilakukan oleh ICE.

Dalam tahun fiskal 2016, ICE menempatkan lebih dari 350.000 orang di fasilitas-fasilitas detensi sipil, menurut informasi di websitenya.

Pada bulan Januari, Presiden Donald Trump menandatangani surat yang berisi perintah untuk memprioritaskan deportasi bagi para migran penghuni detensi migrasi terkait kasus kriminal, baik apakah mereka dinyatakan bersalah atau tidak. Surat perintah itu merupakan tindak lanjut dari kebijakan presiden sebelumnya, Barack Obama, yang memprioritaskan deportasi para migran pelaku kejahatan serius.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ini Alasan Mendasar LPPOM MUI Bentuk LSP
Tulisan selanjutnya “Pengadilan Tidak Memberikan lagi Rasa Adil kepada Masyarakat”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?