Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

1 Juta Warga Asing Diharapkan Tinggalkan Saudi dalam Program ‘Pengampunan’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 April 2017 07:56 7:56 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 April 2017 07:56
Bagikan
Aparat keamanan Arab Saudi merazia WNA ilegal
Bagikan

Hidayatullah.com—Dalam masa  sekitar 70 hari sebelum berakhirnya kampanye pengampunan (amnesty) yang menargetkan pekerja dan penduduk ilegal di Arab Saudi, dinilai  menunjukkan “tanda-tanda positif”.

Pejabat Direktorat Umum Paspor dan Kementerian Pembangunan Buruh dan Masyarakat Arab Saudi mengatakan,  kampanye ‘pengampunan’ adalah program untuk membantu warga ilegal yang sudah habis masa tinggalnya (overstay). meninggalkan Arab Saudi tanpa dikenakan denda atau hukuman karena melanggar hukum, kutip Arab News.

Para pekerja asing juga dikecualikan dari persyaratan mengambil sidik jari, lantas mengizinkan mereka kembali ke Saudi secara sah pada tanggal yang akan ditetapkan.

19 entitas pemerintah Saudi bergabung dalam kampanye “Negara Tanpa Pelanggar“, yang berharap dapat membantu setidaknya 1 juta pelaku meninggalkan negara itu dalam waktu tiga bulan.

Baca:  Razia Besar-besaran, Aparat Saudi Menangkap 174 Ribu Warga Asing Ilegal

Kampanye tersebut, yang awalnya diluncurkan empat tahun lalu, juga memfasilitasi keberangkatan lebih 5,5 juta pekerja asing yang tinggal secara ilegal.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Direktorat Umum Paspor menyatakan ia sudah mendampingi imigran ilegal melalui akun Twitternya dalam bahasa Urdu, Inggris, Indonesia, Arab dan juga bahasa-bahasa lain untuk memberi tahu mereka dalam tweet harian tentang bagaimana para pekerja asing itu dapat memanfaatkan kampanye yang diluncurkan pada 29 Maret lalu.

Kampanye itu membuat banyak pelaku berada di lokasi departemen Paspor. Hampir 80 lokasi menerima para pekerja asing di merata 13 wilayah setiap hari.

Laporan Arab News menambahkan juru bicara Kementerian Dalam Negeri Mayor Jenderal Mansoor Al-Turki mengatakan berbagai lembaga pemerintah bekerjasama untuk keberhasilan kampanye itu melalui pemeriksaan bersama dengan badan keamanan.

Baca: Basmi Pekerja Ilegal Saudi Bakal Geledah Rumah

Putera Mahkota Mohammed bin Naif mengimbau para pelaku untuk “memanfaatkan peluang saat waktu yang ditetapkan, dan untuk semua bekerjasama dalam mencapai tujuan-tujuan kampanye bersangkutan”.

Pangeran juga memerintahkan “pihak yang terlibat untuk memfasilitasi keberangkatan para pelaku selama periode itu dan tidak menjatuhkan hukuman kepada mereka”.

Direktur Umum Kantor Wilayah Kementerian Ketenagakerjaan dan Pembangunan Sosial di Qassim, Turki Al-Manea, mengatakan, program amnesti ini akan mendeportasi setidaknya 1 juta WNA ilegal.

“Program ini akan menghidupkan kembali ekonomi perusahaan, melindungi usaha kecil dari WNA ilegal, mengurangi tingkat pengangguran, dan menciptakan lingkungan ekonomi dan sosial yang aman,” ujar Al-Manea seperti dilansir dari Arab News, baru-baru ini.

Baca:  Indonesia Harus Beralih Mengirim TKI Profesional ke Arab Saudi

Hingga saat ini hampir 80 lokasi di 13 provinsi, menerima pengajuan amnesti WNA ilegal setiap harinya. Lokasi tersebut tersebar di sepuluh titik di Riyadh, tujuh titik di Quasimodo, 12 titik di Makkah, dua titik di Al-Baba, tiga titik di Asir, empat titik di Madinah dan wilayah perbatasan utara, dua titik di Jazan, tiga titik di Hail, lima titik di Najran, empat titik Al-Joudeh, enam titik di Tabuk, dan 16 titik di Provinsi Timur.

Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri Kementerian Ketenagakerjaan, Soes Hindharno, baru-baru ini mengungkapkan ada 60.000 warga negara Indonesia (WNI) yang sudah habis masa tinggalnya (overstay). Mereka akan mengikuti program pengampunan (amnesti) yang dilakukan Pemerintah Arab Saudi.

Menurut dia, puluhan ribu WNI overstay itu merupakan orang-orang yang melakukan umrah, ziarah dan wisata, atau kabur dari majikan. Bahkan ada pula yang menggunakan modus ibadah umrah atau pelancong dan memanfaatkaannya menjadi TKI ilegal.  Ujungnya,  tindakannya ini  merepotkan berbagai pihak.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amnestiamnestyarab saudihajiilegalprogram pengampunanSaudiTKWumrahumrohWNA ilegalWNI overstay
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Iran Akui Bekali Senjata Milisi Syiah Houthi Serang Arab Saudi
Tulisan selanjutnya Umat Islam dan Hikmah Kekalahan Ahok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?