Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

‘Andai Seekor Burung, Aku akan Terbang ke Burma’ [3]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Mei 2017 09:46 9:46 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Mei 2017 11:00
Bagikan
Anak-anak dari keluarga etnis Rohingya saat belajar al-Quran di sebuah madrasah di pengungsian di Jammu
Bagikan

Sambungan artikel KEDUA

Para pengungsi Rohingya tanpa disadari menjadi korban dari ketegangan politik dan regional negara tersebut.

Semakin besarnya dukungan separatis Kashmir yang secara keras menentang penertiban surat keterangan domisili pada pengungsi Pakistan Barat – kebanyakan warga Hindu yang pindah ke India selama Partisi pada tahun 1947 dan ditempatkan di provinsi Jammu – telah memperbesar kebencian terhadap etnis Rohingya.

Gupta, yang menyebut separatis Kashmir munafik, memperingatkan bahwa “anda tidak dapat pilih-pilih terkait pasal 370”. Dia mengatakan akan menawarkan “bantuan finansial pada seluruh pengungsi Rohingya atas nama dewan Jammu jika mereka ingin meninggalkan negara tersebut”.

Bagi Sethi, dipilihnya Jammu sebagai tempat mengungsi menyakiti hatinya. “Apa yang diinginkan etnis Rohingya dengan datang ke Jammu ketika negara bagian seperti Bihar dan Bengar lebih dekat?” tanyanya. Jammu berada 25 kilometer dari perbatasan sementara Samba hanya 10 kilometer. Mereka telah tinggal di sepanjang rute (penyusupan) militan ke India. Mereka secara khusus menetap di daerah-daerah ini.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Singh mengatakan bahwa dia takut dilanggarnya kedamaian dan radikalisasi di wilayah tersebut. “Semua pihak anti India mendukung mereka, apakah itu tidak cukup (untuk menentang pengungsi)” tanya Singh. “Hizbul Mujahidin mendukung mereka tinggal di sana. Dukhtaran-Millat (sebuah kelompok wanita di lembah itu) juga mendukung mereka. Sepertinya juga ada hubungannya dengan Pakistan.”

Baca: Militer Myanmar Lakukan Pemerkosaan terhadap Wanita Rohingya

Kelompok-kelompok yang menentang kamp-kamp pengungsi Rohingya di Jammu telah mengancam untuk melancarkan sebuah pergolakan di hari-hari yang akan datang.

Secara tidak diduga menjadi korban politik

Dipankar Sengupta, profesor ekonomi di Universitas Jammu, mengatakan bahwa saat ini, “tidak ada fakta yang dapat membantu”, menurunkan tingginya iklim paranoia terhadap para pengungsi. Dia berkata bahwa para pengungsi terperangkap dalam pusat politik yang mengadu Hindu dengan Muslim, Jammu dengan Kashmir.

Sengupta mengatakan bahwa sikap terbuka dan akomodatif Jammu, lahan yang bersahabat dan upah harian yang tinggi mungkin menjadi alasan utama mengapa etnis Rohingya memilih Jammu sebagai tujuan mereka. Di masa modern ini, “jika empat, lima pengungsi datang dan mengatakan pada rekan mereka kehidupan di sini mudah”, rekan lainnya akan mengikuti, kata dia.

“Di saat umat Hindu Jammu mengatakan bahwa mereka merasa terancam dan (etnis Rohingya) tidak dapat tinggal di sini, secara otomatis Kashmir, yang mungkin tidak bersimpati pada etnis Rohingya, akan mengatakan bahwa mereka harus berada di sana,” kata Sengupta.

Dia menambahkan: “Di dalam sebuah negara yang sensitifi dan meski daya tarik (ekonomi)nya, etnis Rohingya seharusnya ditempatkan di tempat lain.”

Baca:  PIARA: Di Myanmar telah Terjadi Genosida atas Etnis Rohingya sejak Lama

Pengacara senior Hari Chand Jhalmeria mengatakan bahwa beradunya fundamentalisme agama di Kashmir dan Jammu telah menciptakan sebuah lingkungan di mana suatu tindakan di wilayah tersebut dapat memicu tindakan di wilayah lain. Jhalmeria juga menuduh  kelompok Islam di Kashmir telah “menyebabkan sebuah kegilaan di Jammu sehingga terdapat rencana untuk mengusir Muslim secara massal di Jammu. Sebaliknya 10.000-20.000 pengungsi tidak akan penting.

‘Aku hanya ingin pulang’

Ketegangan yang terjadi karena keberadaan mereka di Jammu telah menyebabkan beberapa pengungsi berupaya pindah dari tempat itu.

“Beberapa keluarga etnis Rohingya memberitahukan pada UNHCR (Komisi Tinggi Pengungsi PBB) bahwa mereka harus meninggalkan Jammu karena takut,” seorang anggota badan pengungsi itu mengatakan. “Kami sedang membantu keluarga-keluarga ini untuk pindah ke tempat lain.”

Etnis Rohingya juga sudah tidak sabar menunggu situasi di tanah air mereka mereda. “Kami hanya membutuhkan sebuah tempat untuk tinggal selama beberapa waktu,” kata Zahid Hussain. “Kami tidak ingin menetap di sini selamanya.”

“Andai aku seekor burung, aku akan terbang pulang ke Burma dan duduk di pohon yang berada di seberang rumahku,” kata Syed Hussain. “Aku hanya ingin bebas dan mengamati rumahku,” ujarnya.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:burmaetnis RohingyaIndiaJammukamp pengungsi NarwalKashmirmyanmarPengungsi RohingyaRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ilustrasi Koran “Garuda Sobek Bendera Tauhid” Tuai Kecaman
Tulisan selanjutnya Dilema Pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?