Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Media: AS Bunuh 3100 Warga Sipil Suriah dan Iraq

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Mei 2017 09:38 9:38 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Mei 2017 09:38
Bagikan
Para relawan mencari korban serangan udara
Bagikan

Hidayatullah.com–Surat kabar The New York Times mengungkapkan setidaknya 3.100 warga sipil di Iraq dan Suriah menjadi korban dalam serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) sejak 2014.

Surat kabar itu mengatakan, militer AS hanya memberikan anggaran yang sangat rendah ketika melaporkan jumlah kematian akibat serangan yang dilancarkan.

Namun, organisasi non pemerintah yang berbasis di London mengatakan bahwa jumlah kematian akibat serangan itu adalah delapan kali lipat dari jumlah yang disahkan oleh AS.

Menurut catatan organisasi itu, jumlah kematian orang sipil pada kuartal pertama untuk tahun ini meningkat dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Baca:  100 Warga Tewas Termasuk Anak-anak Oleh Serangan Gas Beracun Tentara Bashar al Assad

The New York Times menegaskan bahwa operasi militer untuk mengontrol benteng seperti di Mosul, adalah faktor utama yang menyebabkan jumlah kematian.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Media ini juga  menulis, operasi untuk merebut markas Islamic State (IS) seperti Mosul dan Raqqa memainkan peran penting dalam meningkatkan jumlah korban tewas yang kini lebih tinggi.

Alasan lain terkait meningkat pesatnya kematian warga sipil ini, dapat menjadi perubahan dalam hal prosedur persetujuan serangan udara.

Baca:  Ratusan Orang jadi Korban Serangan Bom Bus Pengungsi Suriah

New York Times mengatakan bahwa komandan militer mendapat lebih banyak informasi tentang garis lintang dalam menentukan serangan udara pada hari-hari terakhir pemerintahan Barack Obama, sebuah tren yang telah berkembang tahun ini di bawah Presiden Donald Trump.

Lama Fakih, Wakil Direktur Human Rights Watch wilayah Timur Tengah mengatakan,  melakukan serangan udara hampir akan memberi warga sipil perlindungan lebih sedikit dengan kata lain akan banyak yang terluka atau terbunuh.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:iraqISISIslamic StateMosulPerang SuriahRaqaqaserangan udara AmerikasuriahWarga Sipil Suriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ramadhan Kelima Mursi Dipenjara, Tidak Ada Kabar Berita
Tulisan selanjutnya Keluarga Pejabat ini Mengaku Tak Punya Tradisi Perayaan Ultah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Berita
31 Agustus 2026 19:36
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?