Hidayatullah.com— Hagia Sophia yang telah kembali menjadi Masjid berdasarkan keputusan Dewan Negara Turki pada Jum’at (10/7/2020) sedang dalam persiapan untuk shalat.
Pada hari Minggu (19/07/2020), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, bersama dengan para menteri kabinet, mengunjungi Hagia Sophia.
Ini adalah kunjungan pertama Erdogan ke masjid sejak keputusan 10 Juli.
Erdogan melakukan pemeriksaan di sana untuk mempersiapkan shalat Jum’at perdana di Hagia Sophia pada 24 Juli, media Turki melaporkan.
Jum’at depan, yang merupakan hari suci bagi umat Islam, Hagia Sophia akan dibuka secara resmi untuk ibadah Muslim, shalat lima kali sehari dan lainnya.
24 Juli adalah tanggal yang signifikan bagi Turki karena bertepatan dengan Perjanjian Perdamaian Lausanne tahun 1923, yang mendefinisikan kedaulatan dan perbatasan Turki.
Pemeriksaan intensif dilakukan sebagai persiapan. Para tamu dari luar negeri juga akan diundang. Sekitar 1.000 orang diharapkan hadir. Pemimpin Dianeta Ali Erbash akan memimpin shalat Jum’at tersebut.
Karpet-karpet tebal telah digelar di ruang utama Masjid Hagia Sophia sebagai alas untuk shalat. Mosaik yang menggambarkan tokoh-tokoh Kristen di Masjid Hagia Sophia akan ditutup dengan tirai selama ibadah Muslim, juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin mengatakan pada hari Minggu, saat pekerjaan untuk mempersiapkan masjid tengah berlangsung, Reuters melaporkan.
Pihak berwenang telah mengatakan minggu lalu bahwa mosaik akan disembunyikan dengan tirai atau laser ketika Shalat pertama diadakan Jumat depan.
Dalam sebuah wawancara dengan penyiar NTV, Kalin mengatakan beberapa mosaik Mary dan Gabriel yang diposisikan ke arah Kiblat, tempat Muslim menghadapi saat sholat, akan ditutup dengan tirai.
Pembantu kepresidenan Fuat Oktay mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Hurriyet bahwa sistem pencahayaan akan dipasang di masjid. Selama sholat, fresko akan diredupkan dengan pantulan cahaya di ruangan tempat sholat akan dilaksanakan. Dan selama shalat, surah dari Al-Qur’an, akan diproyeksikan pada mereka dengan cahaya.
Menurut ajudan kepresidenan, sistem itu adalah asli dari Turki dan tidak membiarkan fresko rusak.
Menurut para ahli, sistem pencahayaan yang akan digunakan di Hagia Sophia akan mirip dengan yang digunakan di bioskop, serta di beberapa museum Eropa. Sistem ini akan dipasang oleh insinyur Turki.
Dikatakan bahwa persiapan Hagia Sophia untuk melayani ibadah umat Muslim ini dilakukan dengan sangat hati-hati untuk mencegah kerusakan nilai-nilai historis.
Di luar waktu shalat, Hagia Sophia akan terbuka untuk semua pengunjung dan wisatawan dan semua mosaik akan dibuka, kata pihak berwenang.*