Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tentara AS Pindahkan 50 Ton Emas dari Suriah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Februari 2019 06:41 6:41 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Februari 2019 06:39
Bagikan
Pasukan AS di Suriah
Bagikan

Hidayatullah.com–Angkatan Darat Amerika Serikat (U.S. Army) memindahkan puluhan ton emas dari wilayah yang dikuasai ISIS di Suriah ke negara mereka, beberapa laporan menyebutkan.

Menurut sebuah sumber yang berbicara pada Kurdish Bas News Agency, pasukan militer AS itu memindahkan sekitar 50 ton emas dari wilayah yang direbut dari Desh/IS di wilayah Deir el-Zour dan memberikan sebagian dari emas yang tersisa ke cabang PKK di Suriah, kelompok Unit Perlindungan Rakyat (YPG).

Emas itu dilaporkan dipindahkan dari markas militer AS di Kobani.

Sementara itu, 40 ton emas batangan yang dicuri oleh kelompok IS dari Provinsi Mosul Iraq juga ikut diambil oleh pasukan AS tersebut.

Baca: Perang di Afghanistan, Sebuah “Perang Sumber 

Sumber setempat yang berbicara kepada kantor berita SANA milik rezim mengklaim bahwa para tentara AS memindahkan kotak-kotak besar yang memuat harta emas ISIS dari wilayah al-Dashisheh di Hasakah selatan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pemimpin IS yang ditangkap tentara AS yang memberikan informasi mengenai lokasi emas, menurut laporan yang diterima kantor berita tersebut.

Klaim itu serupa dengan sebuah laporan oleh Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), yang mengatakan bahwa kelompok YPG dukungan AS sedang mencari 40 ton emas yang ditinggalkan oleh ISIS di Deir el-Zour.

“Pasukan koalisi pimpinan AS dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) secara sengaja tidak menarget wilayah-wilayah yang dikuasai teroris dan komandan IS di Euphrates Timur di Deir el-Zour karena mereka berusaha menemukan harta ini dengan memaksa para militant ISIS untuk memberitahu lokasinya setelah menyerah,” kata SOHR dikutip Dailysabah.

Baca: Amerika Mengincar Kandungan Alam Berharga di Afghanistan 

Meskipun ISIS kehilangan banyak benteng di Iraq dan Suriah, kesepakatan kontroversial antara militant ISIS dan kelompok Suriah yang memiliki hubungan dengan PKK, sebuah kelompok teroris yang melancarkan serangan di Turki, membantu evakuasi mereka dari Raqqa, Suriah.

Amerika Serikat masih memiliki sekitar 2.000 tentara di Suriah, banyak dari mereka aktif dalam kerja sama dengan SDF.

Hampir semua wilayah di timur Sungai Euphrates yang terdiri atas sepertiga wilayah Suriah, kecuali wilayah yang dikuasai rezim ASS dekat Deir el-Zour dan wilayah yang dikuasai ISIS dekat perbatasan Iraq, dikelola oleh SDF. SDF juga mengontrol distrik Manbij dan Taqbah di wilayah tepi kanan sungai.

Baca: Iran akan Menutup Kerugian Mereka dengan Mengeksploitasi SDA Suriah

Banyak analis mengungkap keterlibatan AS menebar konflik di banyak negara –termasuk dengan kedok kontra terorisme– terkait dengan usaha menguasai kekayaan alam.

Bahkan kampanye “Perang Global terhadap Terorisme” (GWOT) dan “Kampanye counter-terorisme” pasca 9/11 telah mengaburkan tujuan sebenarnya dari perang AS-NATO terhadap Afghanistan.

Juni 2018, Voice of America (VOA) mengatakan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengincar kekayaan sumber daya mineral Afghanistan untuk membayar keterlibatannya dalam perang di negara tersebut yang sudah berlangsung 16 tahun dan membiayai pekerjaan rekonstruksi yang sudah membengkak hingga 117 miliar dolar.

Olga Borisova, dalam bukunya “Afghanistan–the Emerald Country” (2002) menjelaskan bahwa alasan AS memerangi Afgnanistan karena negeri ini memiliki cadangan alam dan kekayaan mineral luar biasa.

Di bawah penjajahan AS dan sekutunya, kekayaan mineral ini direncanakan akan dijarah (setelah negara itu ditaklukkan) oleh tangan-tangan konglomerat pertambangan multinasional.

Menurut Olga Borisova, yang menulis beberapa bulan setelah invasi Oktober 2001, “perang [pimpinan AS] terhadap terorisme [akan bertransformasi] menjadi sebuah kebijakan kolonial yang mempengaruhi sebuah negara yang kaya raya.”

Karena itu,  agenda geopolitik dan politik di Afghanistan yang membutuhkan kehadiran permanen tentara-tentara AS. Terumasuk umumnya kehadiran tentara asing di negeri negeri Muslim lain.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanCadangan EmasPasukan asingPerang Global terhadap TerorismeSDAsumber daya alamsuriahtentara AS
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Israel’ Larang Istri Syeikh Salah Menemaninya Selama dalam Tahanan Rumah
Tulisan selanjutnya DPD Desak KPU-Pihak Terkait Pastikan WNA Tak Masuk DPT

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?