Hidayatullah.com—Mentri Luar Negeri Swedia Margot Wallstrom hari Senin (26/6/2017) mengkonfirmasi bahwa Johan Gustafsson sedang dalam perjalanan kembali ke Swedia, setelah aparat memastikan pembebasannya dari penjara Al-Qaeda di Mali.
“Dengan sangat bahagia dapat saya umumkan bahwa Johan Gustafsson telah dibebaskan dan dapat kembali ke Swedia,” kata Wallstrom dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Deutsche Welle. “Apa yang dialami Johan sangat menyentuh hati kebanyakan dari kita dan segala upaya telah dilakukan guna pembebasannya.”
Berbicara kepada Radio Swedia, Wallstrom berkata, “Saya sudah ngobrol dengan Johan dan dia dalam kondisi baik dan sangat terharu dengan semua yang terjadi.”
Gustafsson diculik oleh sekelompok orang bersenjata di teras hotel tempatnya menginap di kota Timbuktu pada November 2011, bersama dengan warganegara Afrika Selatan Stephen McGowan dan warganegara Belanda Sjaak Rijke.
Istri Rijke berhasil melarikan diri dari penculik, sementara seorang warganegara Jerman terbunuh ketika melawan gerombolan penculik itu.
Al-Qaeda di wilayah Magrib (AQIM) mengklaim bertanggung jawab atas aksi penculikan orang-orang asing itu. AQIM merupapkan salah satu dari banyak kelompok bersenjata yang beroperasi Malai dan berhasil menduduki bagian utara negara itu pada 2012, sebelum akhirnya wilayah itu direbut kembali oleh militer Prancis tahun 2013.
Rijke berhasil dibebaskan dari para penculiknya oleh pasukan Prancis, ketika ditemukan secara tidak sengaja dalam operasi penggerebekan atas AQIM kala subuh.
Kondisi McGowan tidak diketahui. Kemenlu Swedia tidak berkomentar perihal warganegara Afsel itu.
Kawanan penculik diduga meminta uang tebusan $5 juta untuk pembebasan Gustafsson, tetapi kabarnya tuntutan itu ditolak pemerintah Swedia. Kemenlu Swedia juga menolak untuk memberikan keterangan apakah pada akhirnya uang tebusan yang diminta itu dibayar.*