Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemerintah dan Oposisi Australia Tidak Setuju Diskriminasi Muslim

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Oktober 2009 01:49
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah dan oposisi Australia, Kamis (29/10), bersatu mencela ajakan dari seorang legislator dan mantan menteri untuk berdebat masalah populasi Muslim yang terus meningkat di negara itu.

“Pemerintahan Rudd tidak sejalan dengan pandangan yang dikemukakan oleh Kevin Andrews, dan tidak yakin bahwa mereka bisa melakukan debat cerdas,” kata Menteri Imigrasi Chis Evans kepada Australian Associated Press.

“Sebagai seorang mantan Menteri Imigrasi, Andrews tahu bahwa program imigrasi Australia tidak mendiskriminasi berdasarkan ras atau agama.”

Andrews, seorang mantan menteri, membuat heboh setelah menyerukan agar dilakukan perdebatan guna membahas populasi Muslim di Australia yang terus bertambah.

“Memusatkan satu etnis atau satu kelompok dalam sebuah kantong area dalam waktu yang lama tidaklah baik,” kata anggota parlemen dari Partai Liberal kepada Radio Macquarie.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Muslim yang telah berada di Australia lebih dari 200 tahun, jumlahnya mencapai 1,5% dari total populasi 20 juta orang.

Di negara  kangguru itu Islam menjadi agama terbesar kedua setelah Kristen.

Pihak oposisi setuju dengan pemerintah, mereka mencela pernyataan anti-Muslim.

“Itu adalah sebuah pendapat yang cukup menghinakan,” kata pemimpin Partai Hijau Bob Brown.

Ia membandingkan pernyataan tersebut dengan kebijakan rasis dari pemimpin Satu Bangsa Pauline Hanson, yang telah lama mengkampanyekan anti-imigran.

“Sebuah sudut pandang yang cukup menjijikkan,” katanya lagi.

Partai Liberal sendiri berseberangan dengan pernyataan anti-Muslim yang dikeluarkan oleh Andrews, yang merupakan salah seorang anggotanya.

Greg Hunt, seorang tokoh Liberal, mengatakan bahwa pendekatan mereka adalah, “Buta warna, buta etnis, buta latar belakang, dan hanya memusatkan perhatian pada kemampuan mereka untuk memberikan sumbangsihnya.”

Setelah peristiwa 9/11 di Australia, kaum Muslim terus dihantui dengan kecurigaan, dan patriotisme mereka dipertanyakan.

Pada 2008, sebuah laporan pemerintah mengungkapkan bahwa Muslim menghadapi Islamophobia yang sangat parah dan mendapat perlakuan rasis yang belum pernah dialami sebelumnya. [di/iol/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Israel Akan Bangun Pagar di Perbatasan Mesir
Tulisan selanjutnya Swedia: Positif Terhadap Migran, Negatif Terhadap Muslim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Maladewa Peringati 900 Tahun Memeluk Islam

Berita
14 September 2026 21:09
Mahkamah Agung Tunisia Tolak Kasasi Puluhan Lawan Politik Presiden Kais Saied
Serangan Iran ke Pangkalan Yordania Dilaporkan Rusak Sejumlah Jet Tempur AS
100 Mahasiswa Palestina Di-DO karena Kritisi Perang Genosida di Gaza
11 Negara Eropa dan Kanada Sepakati Larangan Dagang dengan Permukiman Ilegal ‘Israel’

Terbaru

  • Teror Bandit Merebak di Nigeria, Enam Imam Diculik
  • 900 Tahun Islam di Maladewa, Presiden Muizzu Resmikan Lembaga Investasi Wakaf untuk Makmurkan Rakyat
  • Maladewa Peringati 900 Tahun Memeluk Islam
  • Anwar Ibrahim Serukan BRICS untuk Tolak Penjajahan dan Terorisme ‘Israel’
  • Bukan Sekadar Ngaji, Ini Cara Baru Belajar Islam ala SPI
  • Serangan Drone dari Iraq Merusak Pipa Minyak Arab Saudi, Melukai Sejumlah Orang
  • Turki akan Mengebor Minyak di Laut Hitam
  • Mahkamah Agung Tunisia Tolak Kasasi Puluhan Lawan Politik Presiden Kais Saied
  • QatarEnergy Berupaya Garap LNG Amerika Serikat Sampai 2031
  • Suriah Tangkap 9 Bekas Pilot Tempur Era Rezim Bashar al-Assad

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?